Home » » Sejarah Puasa, Makna Puasa, Tingkatan Puasa dan Puasa Para Nabi. Bag 3

Sejarah Puasa, Makna Puasa, Tingkatan Puasa dan Puasa Para Nabi. Bag 3


Sejarah_Puasa_Makna_Puasa_Tingkatan_Puasa_Puasa_Para_Nabi

Sejatinya puasa bukan hanya mendapatkan lapar dan haus, menahan emosi dengan tetap menjalankan amaliah dalam berpuasa juga bukan tantangan ringan, menjaga wara' dan kesabaran dalam berpuasa adalah keutamaan dalam berpuasa.

Walau pun marah dalam keadaan berpausa tidak membatalkan namun sangat dilarang oleh Rasulullah, dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu dihari dia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan, sesungguhnya aku sedang berpuasa". (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah mengajarkan kita untuk mendahulukan puasa, semua hinaan, cacian dan tantangan orang untuk berkelahi sebaiknya diacuhkan demi menjaga wara' dan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla karena ibadah puasa yang sedang dijalani sejatinya milik Allah jadi harus menjadi puasa yang terbaik.

Jauh lebih mudah untuk kita untuk menahan makan dan minum tapi dari kisah para Nabi kita dapat melihat bahwa puasa mendidik untuk menata emosi dan cara kita melihat taqwa.

Kewajiban berpuasa mengajarkan kita akan keikhlasan dari yang tadinya terpaksa berpuasa menjadi menikmati berpuasa, bahkan berpuasa menjadi sebuah kebutuhan akan ada rasa sedih ketika ramadhan hampir usai, rasa rindu muncul padahal berpisah dengan ramadhan pun belum, bisa jadi inilah manusia unggulan yang lulus dari ujian berpuasa.

Berpausa dibulan Ramadhan tidak diisi oleh ramainya makan pembuka dimeja makan, puasa satu hari tapi makannya bisa untuk dua hari, satu gelas es kelapa muda ditambah satu gelas es teh manis dan satu gelas kolak tersedia tiga gelas menanti satu jam sebelum berbuka, padahal satu kali teguk bisa jadi langsung mengeyangkan. Belum lagi jajanan ringan, dari gorengan tahu, serabi hangat dan aneka kue manis penuh tersusun rapi dalam satu piring besar, rasanya puasa kali ini sangat menyenangkan sekali.

Bagi mereka yang hanya berpikir soal perut dan dahaga semata, tidak ada yang salah  dari itu selama hakikat berpuasa tetap dijaga bahwa berpuasa adalah milik Allah, dipersembahkan untuk Allah maka jadikanlah puasa kita puasa yang terbaik, semoga Allah akan membalas puasa kita dengan rahmat terbaik bagi kita didunia dan diakhirat.

Sumber:
Khasanah. Trans7
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup