Home » » Jomblo Dalam Islam. Bagian Pertama

Jomblo Dalam Islam. Bagian Pertama

Pacaran_Dalam_Islam

Semakin hari semakin banyak opini yang memojokkan para jomblo yang muncul dimasyarakat dan diera digital sekarang ini Jomblo berubah menjadi sebuah kata bernada sindiran. 

Beragam meme pun muncul dimedia sosial menggambarkan betapa seseorang dengan predikat status jomblonya adalah sebuah penderitaan. 

Maka tak heran Jomblo adalah salah satu kosa kata yang sangat ditakuti oleh banyak orang, terutama anak muda.

Jomblo identikan dengan suatu pertanda tidak lakunya seseorang untuk mendapatkan teman kencan, lalu sebenarnya apa makna dari kata jomblo?

Jomblo adalah bahasa percakapan yang dimuncul dimasyarakat yang artinya tidak memiliki pasangan, bahkan dalam perkembangannya jomblo dimaknai sebagai sebuah status seseorang seperti halnya menikah, janda maupun duda dan seringnya jomblo diasosiasikan sebagai lawan dari status berpacaran, artinya jika seseorang tidak memiliki pacar maka ia disebut jomblo. 

Sedangkan kata pacaran, didefinisikan sebagai proses perkenalan antara dua orang yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. 

Namun pada kenyataannya penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya, karena seringkali orang yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah membiasakan tradisi yang semestinya tidak dilakukan. 

Lalu bagaimana dalam pandangan Islam, Berikut tim Islami Masa Kini akan memaparkannya untuk Anda. 

Islam tidak mengenal status jomblo maupun pacaran, karena dalam Islam seorang muslim tidak membutuhkan pacara tapi membutuhkan pendamping hidup dan jika dilihat dari hukum Islam pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang adalah Haram, karena pacaran itu membaca kepada perzinahan. 

Kegiatan berpacaran menimbulkan banyak hal yang dilarang dalam Islam, mulai dari saling memandang, berpegangan tangan, memeluk, mencumbu bahkan melakukan hal yang lebih daripada itu, padahal jelas hal tersebut merupakan zina yang termasuk dosa besar dan dibenci Allah SWT dan Allah sangat melarang seseorang mendekati zina, seperti dalam firmannya yang artinya: 

"janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji" (QS. Al Isro Ayat 32) 

Dalam Islam pun tidak diperbolehkan dua orang yang bukan muhrim untuk berdua-duaan, sedangkan didalam berpacaran berdua-duaan adalah hal yang justru diinginkan, seperti dalam hadits yang berbunyi: 

"janganlah seorang laki-laki dan seorang peremupuan yang bukan muhrimnya berduaan sebab setan yang menemaninya". (HR. Bukhari) 

Bersambung ke :
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup