Home » » Menyikapi dan Memilih Jokowi dan Prabowo. Bagian Kedua

Menyikapi dan Memilih Jokowi dan Prabowo. Bagian Kedua

Jokowi_Prabowo
Ketahuilah, cinta secara esktrim itu buruk, dan benci secara ekstrim juga zalim ... posisikanlah  kedua capres ini   sebagai manusia biasa, bukan malaikat, nabi, apalagi  Rabb semesta alam .... tapi jangan pula posisikan mereka seperti syetan yang jahat.

Lihat tulisan sebelumnya, 

Pilihlah capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan   Al Quran, yang semakin membuat kita dekat Allah Ta’ala,bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika ketika kita tahu bahwa kedua capres ini  pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka ..., sesuai firmanNya inna haadzal quran yahdi lillati hiya aqwam (sesungguhnya Al Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus) ...

Pilihlah capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya, bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan ..., sesuai firmanNya: fas’aluu ahladz dzikri inkuntum laa ta’amun (bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak tahu) ... juga sabda nabi: al mar’u ‘alad diini khaliilih (keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya) ...

Pilihlah capres yang disekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ..... yang ahlut thaa’ah (taat), bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu) ..., sesuai sabda nabi: Al Arwaahu junuudun mujannadah (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya) ...

Pilihlah capres yang track record-nya jujur bukan pendusta, karena nabi bersabda: ‘alaikum bish shidqi inna shidqa yahdi ilal  bir wal birru yahdi ilal jannah  (hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga) ...

Pilihlah capres yang track record-nya bukan pendusta, karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya, ketika sudah terbiasa berdusta maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri, karena nabi bersabda: wa iyyakum wal kadzib, innal kadziba yahdi ilal fujuur wal fujuur yahdi ilan naar (takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka) ...

Pilihlah capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya, karena Allah Ta’ala berfirman: yaa ayyuhalladzina amanuu awfuu bil ‘uquud (wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian) .. firmanNya juga:Laa takhuunullah wa rasuul wa takhuunuu amanaatikum wa antum ta’lamun (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu) ...

Pilihlah capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar-besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih presiden bukan aktor sandiwara ...

Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya ..

Selamat memilih !! Semoga Allah Ta’ala memberkahi ...

Sumber:
http://www.kasurau.com/
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup