Home » » Pekan Kondom Nasional: Program Contekan, Untungkan Kapitalis

Pekan Kondom Nasional: Program Contekan, Untungkan Kapitalis


Patut dicurigai program ini mengandung motif bisnis, langsung atau tidak. Para pebisnis kondomlah yang akan mengeruk keuntungan dari program seperti ini. Program ini juga akan melanggengkan dan menyuburkan prostisusi dan perzinaan. Itu artinya bisnis kemaksiyatan ini akan makin besar dan menguntungkan pelaku dan kapitalis bisnis ini. Jadi kondomisasi mengandung muatan kapitalisasi untuk keuntungan segelintir orang dengan mengorbankan keselamatan dan moral publik.

Program kondomisasi hakikatnya membebek pada pola Barat, seperti AS. Penangannya dengan formula ABC. Yaitu A (Abstinensia), tidak berhubungan seks sebelum menikah. B (Be faithful), hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C (Condom), jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan kondom.

Barat menganggap seks bebas dan pelacuran adalah hak asasi. Bahkan seks menyimpang seperti homoseksual, lesbian, seks dengan cara kekerasan (sadomachocism), dan lainnya dianggap hak asasi. Karena itulah pemerintah manapun yang menerapkan demokrasi dan sekulerisme, seperti halnya Barat, tidak akan pernah melarang apalagi menghilangkan aneka perilaku seks bebas. Paling banter hanya seruan agar warganya berhati-hati dan melakukan seks secara aman, termasuk anjuran menggunakan kondom.

Kondomisasi dan propaganda seks aman (seks bebas) disadari atau tidak mengandung muatan jahat. Barat sengaja memasukkan dan memaksakannya ke negeri Muslim untuk menghancurkan umat Islam. Gleed Stones mantan PM Inggris pernah berucap, “Percuma kita memerangi umat Islam. Kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Quran. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Quran dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam. Maka tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Sumber:
http://www.islampos.com/
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook