Home » » Berita Terkait OSPEK ITN Malang

Berita Terkait OSPEK ITN Malang

OSPEK ITN MALANG

Detik-detik Ospek Maut Renggut Nyawa Mahasiswa ITN Malang
Mahasiswa Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, Fikri Dolasmantya Surya, diduga tewas akibat tindakan kekerasan yang dialaminya saat menjalani kegiatan ospek. Pengelola lokasi ospek maut di Goa Cina, mengaku, melihat beberapa orang menghajar Fikri.

“Ada lebih dari dua orang yang menendang Fikri. Lokasinya di dekat barak kemah. Saya berdiri tak lebih dari dua meter dari kejadian itu,” kata Ketua Paguyuban Mitra Kelola Wanawisata Pantai Goa Cina, Maryono di Malang, Jatim, Sabtu (14/12/2013).

Maryono mengaku melihat Fikri ditendang oleh sejumlah senior panitia pada bagian rusuk kiri dan kanan, Kamis 10 Oktober 2013 lalu, sekitar pukul 07.00 WIB. Usai kejadian itu, Maryono mengaku, memanggil para panitia yang merupakan senior Fikri.

Dia kemudian memperingatkan agar tak melakukan tindakan kekerasan. Namun peringatan itu diabaikan oleh mereka. Buktinya, Maryono menerima laporan dari seorang kawannya adanya aksi kekerasan dari panitia.

Maryono menuturkan, seorang kawannya melaporkan pada Sabtu 12 Oktober sekitar pukul 04.00 WIB, kekerasan itu kembali terulang. Lokasinya di depan warung Pak Sukari. Kemudian pada pukul 10.00 WIB, Maryono mendapat kabar jika Fikri telah meninggal dunia.

“Kekerasan pagi hari itu laporan kawan saya. Beberapa jam kemudian saya juga mendapat informasi bahwa Fikri meninggal dunia,” ucap Maryono.

Maryono adalah petugas keamanan dari Wanawisata Pantai Goa Cina, Desa Sitiarjo, Sumbermajing Wetan, Malang, tempat kegiatan Kemah Bakti Desa Planologi ITN pada 9–13 Oktober.

Sumber:
http://news.liputan6.com/read/774891/detik-detik-ospek-maut-renggut-nyawa-mahasiswa-itn-malang
 
Mahasiswa Baru ITN Disuruh Berhubungan Badan saat Ospek
Saksi yang juga teman korban Fikri Dolasmantya Surya, akhirnya angkat bicara terkait kekejaman panitia senior orientasi mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Itu setelah ramai diberitakan banyak media dan beredarnya foto-foto proses pelaksanaan Orientasi Kemah Bakti Desa di kawasan Goa Cina, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, yang digelar jurusan Planologi ITN dan merenggut nyawa Fikri Dolasmantya Surya.

Namun, demi keamanan dan keselamatan, seorang saksi yang juga mengikuti Ospek ITN bersama Fikri itu, meminta untuk tidak diambil gambar dan ditulis nama lengkap di media.

Mahasiswa berinisial J itu, Selasa (10/12/2013), menceritakan hingga kini ia dan teman-teman seangkatannya masih ingat perlakuan kasar panitia para seniornya.

"Peserta diinjak-injak saat disuruh push up. Lalu dipukul pakai sandal, dan benda lainnya yang dipegang panitia. Ada teman lainnya yang disuruh berhubungan layaknya suami sitri," katanya.

Namun, kata J, permintaan hubungan suami istri itu bukan dilakukan antara laki dan perempuan. "Tetapi antara sesama laki-laki. Bukan perempuan dan laki-laki," akunya.

Aksi brutal lainnya yang dilakukan panitia Ospek ITN, lanjut J, adalah adanya beberapa mahasiswi yang disiram air bawang hingga mata mereka melepuh. "Juga disuruh minum air laut sebanyak-banyaknya hingga kembung. Kita juga disuruh tangan menyentuh tanah hingga berwarna hitam. Jika sudah hitam, baru boleh makan nasi yang disiapkan," kisah J.

Jika tangan semua peserta Ospek belum terlihat hitam, kata J, peserta disuruh merebah ke tanah. Lalu tangan mereka diinjak-diinjak oleh panitia hingga hitam. "(Setelah itu, red) baru boleh makan nasi," katanya.

Perlakuan tidak wajar lainnya, kata J, setelah selesai makan nasi, peserta disuruh minum air mineral 1 hingga 2 botol saja untuk satu angkatan. "Demikian itu yang saya alami dan juga dialami oleh almarhum Fikri," katanya.

Soal kematian Fikri itu, J dan ratusan mahasiswa baru lainnya baru tahu setelah berada di kampus ITN. "Saat di lapangan, teman-teman memang tidak mengetahui secara pasti kejadian meninggalanya Fikri. Karena saya dan teman-teman berbeda di kelompok," katanya.

Namun demikian, kata J, saat kejadian, peserta Ospek lainnya hanya mendengar suara teriakan Fikri ketika mengalami kesakitan akibat dipukuli panitia. "Teman-teman hanya bisa mendengar terikan kesakitannya Fikri. Karena posisi teman-teman saat itu membelakangi Fikri," katanya.

J menduga Fikri disiksa saat dirinya mengatakan siap melindungi peserta lainnya yang mendapatkan kekerasan dari panitia. "Fikri bilang siap melindungi teman-teman semua dari perlakuan para fendem (panitia/keamanan Ospek). Mungkin akibat pernyataan itu Fikri mengalami kekerasan yang berlebihan dari para fendem itu," kata J.

Menurutnya, kegiatan Ospek itu sudah mendapatkan izin dari pihak kampus ITN. Namun, pihak kampus tidak mengetahui Ospek itu jadi ajang kekerasan para senior.

"Para dosen memang memantau ke lokasi. Tapi hanya datang saat siang hari hingga sore hari. Malam harinya sudah tidak ada para dosen yang mengawasinya. Para mahasiswa baru tidak berani melaporkan kekerasan itu pada para dosen," katanya.

Sumber:
http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/10/mahasiswa-baru-itn-disuruh-berhubungan-badan-saat-ospek

Orientasi di Kampus ITN, Mahasiswa Diminta Oral dan Hanya Diberikan Minum Satu Botol
Kasus Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) yang diduga dilakukan dengan kekerasan dan aksi tidak manusiawi terjadi di kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, 13 Oktober 2013 lalu. Delapan orang saksi mengakui memang banyak perlakuan yang tidak manusiawi dalam orientasi tersebut.

Dari keterangan dan pengakuan Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti-Kekerasan (AMAK). Lalu Mustaqim saat agenda orientasi berlangsung, mahasiswa baru berjenis kelamin pria diminta berhubungan layaknya suami istri dengan mahasiswa baru lainnya.

Bahkan, kata Mustaqim peserta ospek diberikan singkong berbentuk alat kelamin dan diminta untuk lakukan oral.

"Yang tidak manusiawi juga, peserta ospek diberi singkong yang bentuknya seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral. Ini kan sudah cukup bejat dan tidak manusiawi," kata Mustaqim kepada wartawan di sela-sela aksi yang dilakukan mahasiswa asal Mataram di Malang, Senin (9/12/2013).

Sebanyak 114 mahasiswa baru, kata Mustaqim, membeberkan pengakuan bahwa mereka hanya diberi satu botol mineral untuk diminum oleh banyak mahasiswa itu.

"Kasus ini harus diusut tuntas dan pihak ITN harus bertanggung jawab atas kasus ini," katanya. (Yatimul Ainun)

Sumber:
http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/09/orientasi-di-kampus-itn-mahasiswa-diminta-oral-dan-hanya-diberikan-minum-satu-botol

Ospek Maut ITN Malang Tak Kantongi Izin Pengelola Goa Cina
Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Fikri Dolasmantya Surya diduga tewas karena kekerasan yang dialaminya saat menjalani orientasi mahasiswa baru atau ospek. Kegiatan yang digelar di kawasan Goa Cina, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Malang, itu disinyalir tak memiliki izin dari pengelola.

Kegiatan bertajuk Kemah Bakti Desa yang digelar kakak kelas Fikri itu belum mengantongi izin dari Perum Perhutani KPH Malang selaku pengelola. Mereka hanya mendapatkan izin dari Pemerintah Desa Sitiarjo saja.

“Selaku petugas keamanan yang bertanggungjawab di Goa Cina. Saya menolak penggunaan kawasan Goa Cina sebagai tempat KBD. Karena saya juga didesak pemerintah desa, terpaksa izin diberikan,” kata Ketua Paguyuban Mitra Kelola Wanawisata Pantai Goa Cina, Maryono, di Malang, Jatim, Sabtu (14/12/2013).

Menurutnya, sebelum menggunakan Kawasan Goa Cina, terlebih dahulu harus mengantongi izin dari Perum Perhutani KPH Malang. Jika telah mendapat izin, surat tembusan bisa diteruskan ke petugas keamanan Goa Cina.

“Karena desakan pemerintah desa, akhirnya saya izinkan. Dengan catatan segera mengurus perizinan ke Perum Perhutani KPH Malang. Tapi sampai saat ini tak pernah ada izin itu,” keluh Maryono.

Kegiatan KBD Jurusan Planologi ITN Malang di Kawasan Goa Cina, Desa Sitiarjo, Sumbermajing Wetan, Malang itu dijadwalkan pada 9–13 Oktober. Namun ospek maut itu terpaksa berakhir pada 12 Oktober menyusul tewasnya Fikri Dolasmantya Surya.

Sumber:
http://news.liputan6.com/read/774829/ospek-maut-itn-malang-tak-kantongi-izin-pengelola-goa-cina

Wakil Rektor ITN Malang akui ada kekerasan seksual saat ospek
Aksi kekerasan seksual dalam ospek atau Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) digelar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur diakui kampus.

Aksi tidak manusiawi itu terlihat dari beberapa foto yang beredar di media sosial dan pengakuan para saksi.

“Kalau dilihat dari foto-foto yang beredar di media sosial, dan pengakuan para saksi, memang ada kekerasan mengarah seksual saat ospek berlangsung. Tapi yang banyak tahu pihak jurusan, yang bersentuhan langsung dengan kegiatan itu,” kata Wakil Rektor I Wayan Mundra ditemui wartawan seusai menemui para pedemo di depan pintu masuk ITN, Senin (09/12/2013).

Namun Wayan mengaku, pihaknya hingga kini masih belum melihat secara jelas semua foto yang beredar di media sosial. “Tapi, kita sudah menjatuhkan sanksi kepada puluhan mahasiswa yang jadi panitia ospek,” katanya.

Sanksinya bermacam-macam, kata Wayan. Ada yang dikeluarkan, ada yang dihapus mata kuliah, atau harus mengulangi mata kuliah lagi. “Pihak jurusan yang lebih banyak tahu. Sekarang kami baru tahu lebih detail jenis kegiatannya,” kilahnya.

Kegiatan seperti itu, katanya, ditangani langsung oleh pihak jurusan Planologi. Pihak jurusan yang bertanggung jawab. “Yang jelas, jika ada pemberian minum satu botol untuk 114 orang itu sangat tidak wajar,” tegasnya.

Sebenarnya, ospek tersebut digelar setelah pasca-kehidupan kampus. “Tujuan utamanya ialah agar mahasiswa paham betul jurusan yang ditempuhnya. Tidak ada perpeloncoan dalam ospek. Kita tegas melarangnya,” kata Wayan.

Pihak jurusan, ujar Wayan, sudah memberi izin soal lokasi ospek, yakni di Goa China, Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang, sementara rektorat yang mengikuti jurusan. “Tanda tangan izin lokasi ditandatangani oleh pihak jurusan dan dekan,” ungkap Wayan.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa asal Mataram di Malang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti-Kekerasan (AMAK) menggelar aksi protes terhadap perlakuan amoral terhadap mahasiswa saat Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) yang digelar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, 13 Oktober 2013 lalu.

Menurut AMAK, dalam orientasi tersebut banyak mahasiswa perlakuan yang tidak manusiawi, salah satunya mahasiswa baru disuruh beradegan intim dengan mahasiswi lainya.

Sumber:
http://www.lensaindonesia.com/2013/12/10/wakil-rektor-itn-malang-akui-ada-kekerasan-seksual-saat-ospek.html#r=bacajuga

KontraS: Kekerasan di Ospek ITN Terjadi Berulangkali
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Jawa Timur menemukan bukti kekerasan secara berulangkali dan dialami seluruh peserta Kemah Bakti Desa (KBD) mahasiswa Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Koordinator KontraS Jawa Timur, Andy Irfan, mengatakan, timnya telah memintai keterangan belasan saksi dari berbagai pihak yang mengetahui kejadian saat Kemah Bakti Desa di kawasan Pantai Goa Cina di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Malang.

Dari keterangan belasan saksi yang ditemui KontraS, kata Andy, sejumlah senior mahasiswa nonpanitia juga melakukan kekerasan. "Kegiatan itu seperti program semimiliter tapi tak terencana dan tak memiliki standar operasional prosedur yang jelas," kata Andy saat dihubungi, Jumat (13/12/2013) sore.

Dia menyatakan, kekerasan yang dilakukan tak terukur sehingga wajar menimbulkan korban jiwa. Dia berharap, polisi proaktif memberikan perlindungan kepada saksi agar penegakan hukum berlangsung adil dan tanpa intimidasi. 

Sumber:
http://surabaya.okezone.com/read/2013/12/14/520/912184/kontras-kekerasan-di-ospek-itn-terjadi-berulangkali

Polres Datangkan Ahli Telematika Selidiki Ospek ITN
Malang (Antara Jatim) - Polres Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat mendatangkan ahli telematika untuk memastikan apakah foto-foto kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus di Institut Teknologi Nasional Malang yang diunggah di media sosial itu asli atau hanya rekayasa.

Kasat Reskrim Polres Malang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Moch Aldy Sulaeman di Malang, Rabu, mengakui foto-foto kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) mahasiswa baru (maba) ITN yang menewaskan seorang maba yang dimiliki kepolisian itu merupakan hasil dari mengunduh di media sosial.

"Untuk membuktikan apakah foto-foto itu asli atau rekayasa, kami akan mendatangkan ahli telematika agar semua jelas dan ada kepastian penyebab kematian maba yang bernama Fikri itu," tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, keluarga korban juga tidak mau jenazah Fikri yang pada saat kejadian (pertengahan Oktober) 2013 juga di bawa ke RSSA Malang itu diotopsi. Padahal, otopsi ini penting untuk mengetahui penyebab kematian sebenarnya.

Karena keluarga tidak menginginkan adanya otopsi, kata Aldy, maka penyebab kematian korban sampai sekarang tidak diketahui.

Oleh karena itu, katanya, selain mendatangkan ahli telematika, pihaknya juga akan memanggil saksi-saksi, termasuk panitia Ospek untuk dimintai keterangan. Mereka akan dilindungi seluruhnya dari ancaman maupun tekanan dari pihak tertentu.

Jika ada pih ak-pihak yang melakukan ancaman dan membahayakan para saksi, tegasnya, harap segera melapor ke kepolisian dan kepolisian ak an memberikan perlindungan sepenuhnya.

untuk melakukan penyelidikan lebih dalam lagi, ujarnya, pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut.

Sementara itu keluarga Fikri Dolasmantya Surya (20), warga Jalan Sakura 04 No 117, Mataram, NTB, Rabu (11/12) diam-diam juga telah mendatangi Polres Malang yang ditemui oleh Kasubag Humas AKP Ni Nyoman Elfiandani.

Menurut Ni Nyoman, keluarga Fikri menolak adanya pembongkaran makam. "Paman korban, Muhammad Nurhadi, yang mewakili pihak keluarga datang ke Polres dan intinya kalau memang ada unsur kesengajaan dan kekerasan yang membuat korban meninggal harus diusut," kata Nyoman.

Nyoman menjelaskan menjelaskan Nurhadi lah yang membubuhkan tanda tangan penolakan otopsi pada jasad Fikri. Hanya saja, dalam surat pernyataan bermeterai itu ada catatan di bawah surat, yakni dirinya mau menandatangani surat menolak otopsi dan hanya dilakukan visum luar saja kalau memang tidak ada indikasi kekerasan pada jasad Fikri.

"Dibagian surat permintaan visum luar ini ada catatan dan kami akan cari aslinya. Yang jelas, keluarga korban tidak bersedia jika dalam pengusutan kasus ini, ada pembongkaran makam Fikri di Mataram," ujarnya, menambahkan.

Sumber:
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/123070/polres-datangkan-ahli-telematika-selidiki-ospek-itn

Foto Adegan Tindak Asusila Diduga Hoax
Kasus Ospek ITN Malang kini ditangani pihak kepolisian. Selain kematian Fikri Dolasmantya Surya yang diduga meninggal akibat kekerasan dalam Ospek ITN Malang, juga beredarnya foto-foto yang dikaitkan dengan Ospek ITN Malang.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, di media jejaring sosial ada tiga foto yang beredar yang kemudian dikaitkan dengan Ospek ITN Malang.

Satu foto menggambarkan kegiatan merangkak, di mana salah satu orang dalam foto (terlihat dari belakang) merangkak diduga Fikri. Satu foto lainnya menggambar aksi kekerasan pada malam hari, wajah-wajah dalam foto tersebut ditututupi gambar musang.

Sementara satu foto lainnya terlihat aktivitas di tempat lapang, ada belasan orang. Dalam foto itu terdapat seperti “pemaksaan” adegan hubungan suami-istri. Orang-orang dalam foto itu memeragakan hubungan suami-istri. Paling jelas terlihat adegan seorang wanita yang tengkurap kemudian dipaksa oleh dua orang pria.

Foto ketiga inilah yang juga menyebar luas di situs jejaring sosial Facebook dengan dikaitkan Ospek ITN Malang.

Penelusuran Foto
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, di beberapa situs media online, foto ketiga atau foto adegan hubungan suami-istri itu diduga hoax.

Situs Merdeka.com menuliskan setelah dilacak di dua situs Internet serta Google, ternyata data exif yang muncul cukup mengherankan. Masa orientasi dan kematian Fikri terjadi sekitar pertengahan Oktober 2013 lalu, namun menurut data exif yang didapat dari Metapicz.com dan Exifdata.com menunjukkan bahwa gambar atau foto diambil pada tanggal 25 Januari 2012 (2012:01:25 03:41:57).

Walaupun belum dapat dikatakan bahwa foto tersebut benar atau tidak, namun dari waktu pengambilan gambar di atas dapat sedikit disimpulkan kemungkinan foto tersebut bukanlah foto ketika masa ospek mahasiswa baru ITN Malang jurusan Planologi.

Sementara itu situs Lensaindonesia.com, menuliskan foto adegan pemaksaan hubungan suami-istri yang dilakukan beberapa pria terhadap beberapa wanita itu, berdasarkan data yang diekstrak dari ICC Profile foto itu oleh Ajie Nugroho dari Grup Kampret terungkap, foto ini di ambil/diunggah pada tahun 2012 : 01:25 03:41: 57.

Lebih tepatnya 1 tahun, 10 bulan dan 14 hari yang lalu. Sementara Ospek atau Kemah Bakti Desa Jurusan Planologi ITN Malang dilangsungkan pada pertengahan Oktober 2013 lalu.

Sumber:
http://www.solopos.com/2013/12/13/ospek-itn-malang-foto-adegan-tindak-asusila-diduga-hoax-474029


Ungkap kematian Fikri, polisi periksa 114 mahasiswa ITN Malang
Polres Malang memeriksa 114 mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, yang menjadi peserta Kemah Bakti Desa di kawasan Pantai Goa China Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pemeriksaan dilakukan guna mengungkap penyebab tewasnya mahasiswa baru (maba) asal Mataram, Fikri Dolasmantya Surya (20).

"Saksi-saksi yang kami mintai keterangan ini adalah mereka yang ikut dalam Kemah Bakti Desa (KBD) di Pantai Goa China Kabupaten Malang sebagai bagian dari kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) yang menewaskan Fikri pada pertengahan Oktober lalu," kata Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, Senin (16/12).

Pihaknya menerjunkan sedikitnya 30 orang penyidik dalam pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan ini digunakan sebagai pembanding dengan keterangan dari panitia ospek.

Sebab sebelumnya kepolisian memintai keterangan terkait kronologis tewasnya Fikri pada saat mengikuti Ospek. Sekarang kepolisian ingin mengetahui kronologisnya dari versi peserta.

Pemeriksaan dilakukan secara bergantian di kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Namun proses pemeriksaan itu dilakukan secara tertutup.

"Mereka kita tanyai secara bergantian di dalam kelas. Setelah meminta keterangan dari peserta, kemungkinan besok (Selasa, 17/12), kami akan kembali meminta keterangan dari sejumlah panitia," ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Malang AKP M Aldy Sulaeman mengatakan Polres setempat telah memberangkatkan dua orang personel anggotanya ke rumah Fikri di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara soal kemungkinan dibongkarnya makam Fikri, pihaknya masih harus menemui keluarga korban terlebih dahulu untuk meminta izin.

Seperti diketahui, Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa baru jurusan planologi ITN Malang meninggal ketika mengikuti kegiatan Ospek di Pantai Goa China Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada pertengahan Oktober lalu.

Pada saat kejadian korban sudah dibawa ke RSSA untuk dilakukan autopsi, keluarga korban menolak. Namun, setelah foto-foto kekerasan dalam pelaksanaan ospek tersebut diunggah ke media sosial, kasus kematian Fikri akhirnya dibuka kembali.

Bahkan, ratusan mahasiswa asal Mataram yang kuliah di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang juga telah berunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak kampus. Atas kejadian tersebut, Ketua Jurusan Planologi dan sekretaris jurusan akhirnya diberhentikan. 

Sumber:
http://www.merdeka.com

Belum Ada Tersangka di Kasus Ospek Maut ITN Malang
Polres Malang belum menetapkan tersangka dalam kasus tewasnya Fikri Dolasmantya Surya (22), saat mengikuti Ospek mahasiswa baru Institut Teknologi Nasional Malang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 102 mahasiswa baru ITN, dan 100 panitia Ospek jurusan planologi. Selain memeriksa ratusan saksi, petugas juga mengali keterangan dari beberapa masyarakat.

Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, dari hasil pemeriksaan seluruh saksi itu, ia optimis pihaknya dalam waktu dekat bis menentukan tersangka ospek maut mahasiswa ITN di Pantai Goa Cina, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang 12 Oktober 2013 lalu.

"Saksi dari mahasiswa baru sudah. Panitia sudah ditambah masyarakat yang menyaksikan ospek tersebut juga sudah kita periksa. Dengan keterangan saksi tersebut, akan kita masukkan dalam konstruksi hukum untuk menentukan langkah selanjutnya," ungkap Kepala Polisi Resor Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, Sabtu (21/12/2013) pagi.

Mantan Penyidik KPK itu menjelaskan, seluruh saksi diminta keterangan seputar kegiatan dan peristiwa apa saja selama ospek berlangsung. Dari sini, seluruh keterangan saksi akan dimasukkan dalam konstruksi hukum guna menentukan tersangka dalam kasus meninggalnya Fikri.

"Mudah-mudahan dengan konstruksi hukum yang kita buat, bisa diketahui apakah ada upaya pelanggaran hukum saat ospek berlangsung," katanya.

Ditambahkan Deriyan, penetapan tersangka akan ditentukan setelah konstruksi hukum dari pemeriksaan para saksi, dilakukan gelar perkara dengan Polda Jatim.

"Setelah ini akan kita gelar lagi dengan Polda. Penetepan tersangka setelah gelar perkara di Polda Jatim selesai," tandasnya.

Sumber:
http://nasional.inilah.com/ 

Buntut Pelonco Maut ITN, Polisi Periksa Rektor
Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Soeparno Djiwo memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor Malang, Kamis, 26 Desember 2013. Senin lalu dia mangkir saat akan dimintai keterangan atas kematian mahasiswa Jurusan Planologi, Fikri Dolasmantya Surya.

"Kita kooperatif, kemarin tidak hadir karena menerima kunjungan Kepala Kopertis," kata kuasa hukum Soeparno, Endarto Budi Walujo.

Penyidik mengajukan 16 pertanyaan meliputi dasar hukum kegiatan Kemah Bakti Desa (KBD) yang diikuti Fikri. Dia juga diminta menjelaskan kegiatan yang diikuti 114 mahasiswa. "Penyidik juga tanya, apakah kegiatan itu melanggar aturan atau tidak," katanya.

Menurutnya, Soeparno Djiwo menjelaskan kepada penyidik bahwa kegiatan tersebut merupakan program pengenalan jurusan, agar mahasiswa baru mengetahui apa saja yang dipelajari, profesi yang akan dijalankan, serta mengenal para seniornya.

Soeparno diperiksa selama lima jam mulai pukul 11.00 WIB. Ia datang bersama Sekretaris Jurusan Planologi Arief Setyawan dan Dekan Teknik Sipil dan Perencanaan Kustamar. Mereka diperiksa secara terpisah di tiga ruangan yang berbeda.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya Andy Irfan Juanedy menilai rektor, kepala jurusan, dan dekan harus ikut bertanggung jawab. Alasannya, mereka seharusnya ikut mengawasi dan memantau kegiatan yang diselenggarakan di Pantai Gua Cina tersebut.

"Faktanya, mereka tak melakukan fungsi pengawasan," katanya. Apalagi, kegiatan para mahasiswa baru tersebut melanggar pedoman kegiatan pengenalan jurusan. Lokasi kegiatan maksimal 25 kilometer dan dilaksanakan dua hari pada Sabtu dan Minggu. Tujuanya, agar tak menganggu kegiatan perkuliahan. Namun, mereka melanggar aturan lokasi dan melebihi batas waktu maksimal lantaran kegiatan diselenggarakan selama lima hari mulai 9-13 Oktober 2013.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Ajun Komisaris Muhammad Aldy Sulaeman dan Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamarta tak bisa dihubungi. Mereka tak menjawab baik telepon maupun pesan pendek yang dikirim Tempo.

Sebelumnya, Deriyan mengatakan gelar perkara kasus ITN akan dilaksanakan di Polda Jawa Timur agar lebih efisien. Bidang Hukum, Direktur Kriminal Umum, Inspektur Pengawas Daerah, serta Divisi Profesi dan Keamanan Polda Jawa Timur bakal dilibatkan. "Mereka juga bertindak sebagai pengawas internal. Apakah penanganan perkara baik, sesuai prosedur dan profesional," katanya.

Penyidik, katanya, akan membeberkan hasil penyidikan meliputi keterangan saksi dan pendapat ahli. Setelah gelar perkara, akan ditentukan siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan itu dan dia akan ditetapkan sebagai tersangka. Setelah berkas lengkap, penyidik akan meminta keterangan ahli hukum pidana, ahli pendidikan, dan ahli kesehatan. 

Sumber:
http://www.tempo.co/
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

+ Create Comment + 4 Responses so far.

23 Desember 2013 13.10

ini sumbernya bener gan? saya bukan mahasiswa ITN tapi setauku itu foto sudah ada sejak tahun 2012. dan setauku juga ospeknya tahun 2013. dan perasaan sudah di kupas tuntas di kaskus :)

23 Desember 2013 14.18

@pasnempolisilah yg berhak mengupas tuntas.., jd benar atw tdknya kita tunggu sj penyelidikan pihak yg berwajib.

soal foto2 yg beredar itu, diatas sdh ada beritanya ko, coba baca yg ini,

Polres Datangkan Ahli Telematika Selidiki Ospek ITN

Foto Adegan Tindak Asusila Diduga Hoax

23 Desember 2013 16.15

STOP kekerasan dalam kampus,...

24 Desember 2013 15.25

beginilah ospeknya indonesia

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup