Home » , » Manfaat Besar Dibalik Rasa Pahit Pare/Paria

Manfaat Besar Dibalik Rasa Pahit Pare/Paria

Dibalik Rasa Pahit Pare/Paria

Jangan keburu curiga melihat penampilannya yang berbintil. Meski sekujur tubuh beralur tak beraturan dan pahit rasanya, anggota famili Cucurbitaceae itu bukan kasta paria alias terendah. Di balik sosoknya, si pahit terbukti secara ilmiah memiliki segudang manfaat.

Berikut Manfaat Pare/Paria yang sejak zaman nenek moyang sudah cukup dikenal.
1. Paria dikenal ampuh menurunkan kadar gula darah,
2. Panas dalam, 
3. Sariawan, 
4. Demam, 
5. Disentri,
6. Exim basah, 
7. Batuk rejam, 
8. dan wasir. 

Ia biasa tersaji sebagai sayur penambah nafsu makan di Jawa Barat. Tak hanya di Indonesia, paria dikenal sebagai panasea di berbagai belahan bumi.

Di Filipina Mormodica charantia digunakan untuk mengobati penderita diabetes. 

Buah mudanya sering digunakan untuk mengobati luka di Turki. 

Sedangkan masyarakat India mengenalnya sebagai,
1. Antimalaria, 
2. Peluruh batu ginjal, 
3. Psoriasis, 
4. Rematik, 
5. dan skabies.

Klaim itu bukan tanpa bukti. Tengoklah penelitian B A S Reyes dari department of neurosurgery, Thomas Jefferson University, Amerika Serikat. 

Ia meminumkan jus buah paria pada tikus yang diinduksi alloxan penyebab diabetes sehingga kadar gula darahnya di atas 300 mg/dl. Dosisnya 20 ml/kg bobot tubuh. Selang 2 minggu, kadar gula darah tikus menurun signifikan dibanding kontrol.

Uji klinis terhadap 100 pasien penderita diabetes tipe II yang dilakukan departemen patologi, Sher-e-Bangla Medical College, Bangladesh, membuktikan karolla-sebutannya di Bangladesh-mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada 86 di antaranya.

Bagaimana mekanisme paria mengatasi diabetes? 
Kandungan steroid saponin yang dikenal sebagai karantin, peptida menyerupai insulin, dan alkaloid memegang peranan penting. Senyawa aktif itu diduga meningkatkan pembentukan sel-sel beta atau memulihkan sel-sel beta yang rusak sebagian. 

Ia juga diduga menstimulasi sekresi insulin pankreas. Tak hanya itu, M. charantia dapat menstimulasi penyimpanan glikogen oleh lever, dan memperbaiki pengambilan glukosa peripheral.

Uji toksisitas
Bitter melon -sebutannya di Amerika -juga dikenal moncer sebagai antibakteri, antivirus, anti-HIV, antiherpes, dan antipoliovirus. Hasil uji sitotoksik yang dilakukan oleh Martini dkk dari Universitas Diponegoro pada 2006, menunjukkan inkubasi ekstrak pare selama 24 jam memiliki efek antikanker terhadap sel hela, mieloma, dan sel B958. Itu berarti pare dapat dijadikan alternatif pengobatan kanker.

Pepare, sebutannya di Sumatera, kaya senyawa aktif dan antioksidan glikosida, saponin, alkaloid, triterpen, protein, asam lemak oleat, lineat, stearat, dan steroid. Buah mudanya kaya vitamin C, vitamin A, fosfor, dan zat besi. Tak heran ia mampu menangkal radikal bebas penyebab penyakit degeneratif.

Uji histologi yang dilakukan M Wien Winarno dan Dian Sundari dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Indonesia, menyimpulkan daging buah pare tidak menunjukkan efek toksik terhadap kelenjar pankreas tikus putih.

Pemberian infus daging buah paria dosis 625 mg, 1.250 mg, 2.500 mg dan 5.000 mg per kilogram bobot tubuh, memperlihatkan jaringan eksokrin di sekitar pulau langerhans dan morfologi sel-sel dalam pulau langerhans tampak normal. Ia juga terbukti aman bagi organ hati dan ginjal. Ekstrak etanol famili Cucurbitaceae itu terbukti dapat menurunkan kadar hormon testosteron tikus jantan. Artinya, paria potensial sebagai kontrasepsi pria.

Sayang rasanya yang pahit membuat orang enggan mengkonsumsi paria. Padahal, menyiasatinya mudah saja. Cukup tambahkan daun jambu mete muda dan daun salam muda. 'Dijamin, rasa pahit tak terasa,' kata Dra Emma S Wirakusumah, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor. Untuk menjaga kesehatan, Emma menyarankan konsumsi 100 gram per hari paria tak berbintil. Jika berbintil cukup 50-60 gram per hari. Itu karena poya-namanya di Sulawesi-berbintil memiliki kandungan karentin lebih tinggi. Kalau sudah begitu, siapa pun sayang si pahit.

Sumber:
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

+ Create Comment + 8 Responses so far.

20 April 2013 20.48

ini makanan faforitku, saking sukanya pernah aku nanam sendiri diblakang rumah

21 April 2013 11.23

jadi makan pare tiap hari nggak masalah nih? Katanya bisa ada efek sampingnya lho. Tapi apa ya, lupa aku...

22 April 2013 11.04

betul masbro, akupun dulu gak suka sama pare tapi semenjak aku baca manfaatnya diinternet ( Lupa blog siapa ) akhirnya sekarang kalau mamaQ membuat sayur pare aku gak mau ketinggalan untuk memakannya

22 April 2013 16.03

kalau masaknya pas, pasti tidak kerasa pahitnya,
denger2 juga begitu bisa jadi obat diabetes..

23 April 2013 08.35

ternyata banyak to manfaatnya, biar pahit tapi enak jika dah dimasak apalagi klo pedas..sukron ya infonya..

28 April 2013 20.15

Wah ini sih kesukaanku mas.. walau kata orang agak pahit tapi menurutku gak tuh...

21 Agustus 2013 08.34

Informasinya bagus gan buat nambah pengetahuan tentang manfaat pare. terimakasih banyak gan udah berbagi

5 Februari 2014 18.28

Pare ( Paria ) memang jenis sayuran yang kaya akan manfaat.namun sangat tidak disukai oleh sebagian orang akan rasanya yang khas.kalau saya sendiri sangat suka mas Rohis hehe...padahal gampang sih untuk mengurangi rasa pahit,selain seperti yang ditulis diatas,kita bisa merebusnya dengan air garam,pasti rasa pahitnya akan pergi .......

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup