Home » » MEMBANGUN DUNIA DENGAN DAKWAH

MEMBANGUN DUNIA DENGAN DAKWAH

Bismillah....
Betapa indahnya gemerlap dunia ini. Dengan segala pernak-perniknya membuat semua orang ingin memilikinya dan mengejarnya. Hukum asalnya sah-sah saja, jika orang mendapatkannya dengan jalan yang halal dan menyalurkannya pada tempat yang halal. Akan menjadi masalah ketika mendapatkannya dengan cara yang haram dan mendistribusikannya pada tempat yang haram.

Para koruptor, tukang begal, perampok dan pencuri sangat faham asal muasal uang mereka dari sektor yang haram. Karena itulah tidak perlu heran bila mereka membelanjakan harta haram tersebut untuk hal-hal yang haram pula. Adalah hal biasa jika uang haram tersebut digunakan untuk foya-foya, hura-hura, zina dan judi. Untuk menyimpan kebusukan, mereka membeli villa-villa dan menabung di luar negeri. Tulisan ini bukan ditujukan untuk mereka.

Tulisan ini ditujukan untuk siapapun yang diamanahi uang ummat untuk menjalankan operasional dakwah dan membangun segala infrastukturnya, namun di tengah perjalanan -karena menggiurkan- akhirnya melenceng niat dan tujuannya. Jadilah uang tersebut sebagai sarana untuk menambah asset pribadi, membeli rumah mewah, mobil mengkilat..dst.

Tidak sedikit orang yang diamanahi untuk mengelola dana ummat, digelincirkan setan untuk menggunakan dana tersebut bagi pengembangan usaha pribadinya. Dengan alasan, "ah pinjam dulu aja, ntar diganti". Mulailah asset ummat dibagi-bagi. Niat awal sebenarnya hanyalah sekedar meminjam(tanpa sepengetahuan ummat)...lambat laun karena kebutuhan semakin membengkak, maka apa yang telah dipakai itu bukan berkurang dengan dibayar, bahkan semangkin menjadi-jadi dan tak terkendali. Jadilah uang ummat ludes tak bersisa. Yayasan gulung tikar, proyek dakwah pun terlantar.

Sebagian kasus, banyak yayasan yang asal muasalnya didanai oleh ummat sehingga terbangunlah pesantren, dan sekolah-sekolah, madrasah-madrasah, bahkan berkembang menjadi rumah sakit dan swalayan-swalayan maupun minimarket. dengan alasan "kami yang mengembangkannya, dengan jerih payah dan keringat kami", akhirnya berubah menjadi yayasan milik keluarga. Bahkan mereka tidak segan-segan lagi menon-aktifkan para pendiri awal dan menggeser nama mereka dengan membuat kepengurusan baru di depan akte notaris. Dengan itu sempurnalah yayasan ummat menjadi yayasan keluarga yang hanya dinikmati hasilnya untuk dirinya, anak dan manantunya. Ummatpun tinggal memandang mereka dengan "gigit jari".

Ya..ikhwati wa akhwati....
Ketahuilah para pengkhianat dunia itu jauh lebih ringan daripada pengkhinat agama.

Ya ikhwati wa akhwati....
Bagaimana kau kumpulkan manusia, kau giring mereka untuk terus berinfaq, dengan segudang ayat dan hadist-hadist Nabi. Setelah mereka berinfaq -dengan ikhlas mengharap wajah Allah- kau tega mengkhianati amanah mereka-dengan membusungkan dada dan berkata, "kalau bukan aku yang mendirikan semua ini, maka tidak ada dakwah di tempat ini, semuanya dapat berjalan karena jerih payahku"
Tanpa malu kau berani katakan:" akulah pendiri, akulah pemilik, akulah managernya, akulah direkturnya. Karena itu aku berhak terhadap segala dana tersebut dan punya otoritas untuk menyalurkannya semauku".

Ikhwati wa akhawati...
Ketika para dermawan sibuk "membangun surga mereka dan dakwah dengan dunia" Apakah dirimu rela membalik keadaan "membangun surga duniamu dengan dakwah dan agama...??".

Merenunglah sebelum terlambat!!.

___________
Batam,26 Shafar 1437/8 Des 2015

Sumber: Fb Ust Aan Chandra Thalib

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup