Home » » Puasa 7 hari dibulan Rajab dapat menutup 7 pintu neraka, Benarkah?. Bagian Kedua

Puasa 7 hari dibulan Rajab dapat menutup 7 pintu neraka, Benarkah?. Bagian Kedua

Hadits_Puasa_Rajab

Tulisan sebelumnya, Puasa 7 hari dibulan Rajab dapat menutup 7 pintu neraka, Benarkah? 

Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini palsu karena diantara para perawinya terdapat Abban, Syu'ban mengatakan bahwa berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Abban.

Ahmad, Nasi'i dan Daraqutni mengatakan bahwa hadits ini tidak lah diambil karena didalamnya terdapat Ammar bin Al ashar dan Ahmad juga mengatakan bahwa hadits ini maudhu' atau palsu.

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh Imam Ibnu Rajab dalam karyanya yang mengupas amalan sepanjang tahun yang berjudul La Taiful Ma'arif beliau menegaskan bahwa tidak ada keutamaan khusus untuk berpuasa dibulan Rajab, tidak ada satu pun hadits shohih dari Nabi Muhammad tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus, hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah bahwa beliau mengatakan disurga terdapat istana untuk orang rajin berpuasa dibulan Rajab namun riwayat ini bukan hadits, Imam Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, Abu Qilabah termasuk Tabi'in senior beliau tidak menyampaikan riwayat itu melainkan hanya kabar tentang sanad, riwayat yang adalah riwayat yang menyebutkan anjuran puasa dibulan haram seluruhnya, kitab La Taiful Ma'arif hal. 213.

Kebiasaan mengkhususkan puasa dibulan Rajab ini telah ada dijaman Ummar Radiallahuanhu, beberapa tabi'in yang hidup dijaman Ummar bahkan telah melakukannya, akan hal itu maka terdapat sebuah riwayat dari Ummar Khatab Radiallahuanhu.

Bahwa memukul beberapa telapak tangan orang yang melakukan puasa Rajab sampai mereka meletakkan tangannya dimakanan, Ummar mengatakan: "Apa Rajab, sesungguhnya Rajab adalah bulan yang dulu diagungkan masyarakat jahiliyyah setelah Islam datang ditinggalkan.

Dalam bukunya Ibnu Rajab juga menyebutkan beberapa riwayat lain yang dari beberapa sahabat lainnya, seperti Ibnu Umar dan Ibnu Abbas bahwa mereka membenci sesorang yang melakukan puasa Rajab sebulan penuh, sikap mereka ini menunjukkan bahwa memahami bulan Rajab bukan bulan yang dianjurkan dijadikan waktu berpuasa secara khusus karena kebiasaan itu tidak mereka alami dijaman Rasulullah SAW.

Dari penjelasan tersebut maka dapat diketahui bahwa dalam bulan suci Rajab tidak terdapat amalan-amalan khusus yang harus dikerjakan, begitu pula dengan tidak adanya keutamaan untuk puasa khusus dibulan Rajab hal tersebut karena tidak dijumpai dalil khusus yang menyebutkan keutamaan bulan Rajab dan dalil yang menyebutkan keutamaan khusus bagi orang melakukan puasa Rajab adalah hadits dhoif dan tidak bisa dijadikan dalil bahkan beberapa sahabat melarang orang mengkhususkan puasa khusus dibulan Rajab atau melakukan puasa sebulan penuh selama bulan Rajab.

Diperbolehkan bagi kita untuk memperbanyak puasa dibulan haram namun ini berlaku untuk semua puasa dibulan haram, bukan hanya bulan Rajab.

Sumber:
Beriman Trans7
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup