Home » » Inilah Sikap Seorang Muslim Menghadapi Kenaikan Harga BBM

Inilah Sikap Seorang Muslim Menghadapi Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM

Sabtu dini hari tanggal 22 Juni 2013 pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp5.500 per liter, yang mana kebijakan ini telah meresahkan banyak masyarakat. Berbagai respon yang beraneka ragam mereka lakukan dalam menghadapi fenomena ini. Sebagai orang yang beriman, kita tentu yakin bahwa Islam mengajarkan aturan terkait masalah ini. Hanya saja ada yang tahu dan ada yang belum tahu aturan itu.

Sebagai orang yang beriman, kita tentu yakin bahwa aturan syariah merupakan aturan yang paripurna. Aturan yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaan, meskipun bisa jadi tidak sejalan dengan logika kita. Ini penting untuk kita pahami, karena bisa jadi di antara kita ada yang merasa tidak puas dengan aturan ini. Bisa jadi di antara kita merasa aturan ini tidak sesuai dengan kepentingannya. Namun apapun itu, Anda perlu yakin bahwa aturan syariat harus dinomor-satukan. Dengan demikian, kita layak untuk disebut telah mendapat hidayah, karena kita mengambil sikap yang berbeda dengan mereka yang tidak sesuai aturan Alquran dan sunnah.

“Sehingga semakin tersesat orang yang tersesat setelah mendapat penjelasan dan hiduplah orang yang hidup (dengan hidayah) setelah mendapat penjelasan.” (QS. Al-Anfal: 42)

Pertama, sesungguhnya Allah Dzat yang menakdirkan semua harga
Kasus naiknya harga barang, tidak hanya terjadi di akhir zaman. Fenomena ini bahkan pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan masalahnya. Mereka mengatakan,

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik, maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki, Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Dengan memahami hal ini, setidaknya kita berusaha mengedepankan sikap tunduk kepada takdir, dalam arti tidak terlalu bingung dalam menghadapi kenaikan harga, apalagi harus stres atau bahkan bunuh diri. Semua sikap ini bukan solusi, tapi justru menambah beban dan memperparah keadaan.

Kedua, sesungguhnya kenaikan harga tidak mempengaruhi rezeki seseorang
Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang. Meskipun, masyarakat Indonesia diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama sekali tidak akan menggeser jatah rezeki mereka.

Allah menyatakan,
“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)

Ibnu Katsir mengatakan,
“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu, sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim, 7:206)

Terkait dengan hal ini, jauh-jauh hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai mereka merasa rezekinya terlambat atau jatah rezekinya serat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian merasa rezeki kalian terhambat dan bertakwalah kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Baihaqi, dishahihkan Hakim dalam Al-Mustadrak dan disepakati Ad-Dzahabi)

Setelah memahami hal ini, seharusnya tidak ada lagi yang namanya orang stres berlebihan ketika mengalami ujian ekonomi. Apapun ujian yang dialami manusia, sama sekali tidak akan mengurangi jatah rezekinya.

Namun satu hal yang perlu Anda catat tebal-tebal, hadis ini sama sekali bukan untuk memotivasi Anda agar tidak bekerja atau meninggalkan aktivitas mencari rezeki. Bukan demikian maksudnya. Kita tidak tahu seberapa jatah rezeki kita, sehingga tidak ada seorang pun yang mogok kerja, meninggalkan anak istri terlunta-lunta, karena latar belakang keyakinan bahwa rezekinya sudah dipatok harganya. Ini jelas pemahaman yang salah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan demikian, tujuannya agar manusia tidak terlalu ambisius dengan dunia, sampai harus melanggar yang dilarang syariat. Kemudian ketika terjadi musibah, manusia tidak sedih yang berlebihan, apalagi harus stres. 

Sesungguhnya segala keresahan dan kesedihan yang dialami kaum muslimin adalah ujian dari Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika ada yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa capek, sakit, kebingunan, kesedihan, kezhaliman orang lain, kesempitan hati, sampai duri yang menancap di badannya maka Allah akan jadikan semua itu sebagai penghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

Mengingat hadis ini, sikap selanjutnya terkait kenaikan BBM: dilihat dari sudut pAndang takdir, kenaikan BBM adalah musibah yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menguji kaum muslimin, sekaligus menjadi penghapus dosa mereka. Keresahan yang mereka alami, hakikatnya adalah penghapus dosa yang pernah mereka lakukan. Siapa yang bersabar dan meniti jalan kebenaran maka Allah akan hapuskan dosa-dosanya dan akan Allah berikan jalan keluar terbaik.

Allah berfirman,
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka akan Allah berikan jalan keluar. Allah akan berikan rezeki dari jalur yang tidak mereka perhitungkan..” (QS. At-Thalaq: 2–3)

Dalam memahami konsep musibah, sikap yang harus kita kedepankan adalah menuduh pribadi kita sebagai sumber masalahnya. Masing-masing individu menuding dirinya bahwa bisa jadi musibah ini disebabkan karena perbuatan maksiat yang pernah kita lakukan. Sebagaimana yang Allah firmankan,

“Segala bentuk musibah yang menimpa kalian, semuanya disebabkan ulah tangan (maksiat) kalian. Dan Allah telah memberi ampunan untuk banyak dosa.” (QS. As-Syuro: 30)

Ibnu katsir mengatakan,
“Maksud ayat, musibah apapun yang menimpa kalian – wahai manusia – semuanya disebabkan maksiat yang kalian lakukan.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:207)

Setelah kita memahami hal ini, sikap selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak taubat dan memohon ampunan kepada Allah. Sembari berharap agar Allah mengampuni kita dan memberikan penyelesaian terbaik bagi semuanya. Karena alasan inilah, para ulama selalu mengembalikan adanya musibah dengan nasihat taubat. Dikisahkan, dulu ada seorang ulama yang menerima pengaduan dari masyarakat; Harga-harga barang pada naik. Beliau lalu menasihatkan,

“Turunkan harga dengan banyak istighfar.”

Nasihat beliau ini didasari firman Allah di surat Nuh,
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10 – 12) 

Ayat ini merupakan jaminan, orang yang banyak memohon ampunan, akan Allah lapangkan rezeki dan keturunannya. Tapi perlu Anda catat tebal-tebal, ini hanya bisa dipahami dengan bahasa iman. Selama seseorang masih mengedepankan logika, selama itu pula dia akan kesulitan untuk menerimanya.

Contoh nyata penerapan adab ini, diterapkan Nabi Yunus, di saat beliau berada dalam kegelapan perut ikan. Nabi Yunus merengek, memohon ampun kepada Allah, 

“Dia menyeru dalam kegelapan, dengan mengucapkan: Laa ilaaha illaa anta, subhaanak. Innii kuntu minad dzaalimiin. (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim).” (QS. Al-Anbiya: 87) 

Adab selanjutnya, tetap jaga hati untuk husnu-zhan kepada Allah
Apapun yang menimpa diri Anda, jangan sampai menggiring Anda untuk berburuk sangka kepada Allah. Karena sekalipun itu musibah, hakikatnya Allah hendak memberikan kebaikan bagi Anda. Dengan musibah ini, Allah hendak menghapuskan dosa Anda, dan dengan musibah ini Allah hendak meninggikan derajat Anda. Jadi, apapun yang Allah berikan kepada Anda, hakikatnya untuk kebaikan Anda. Perhatikan motivasi yang diberikan sahabat Ibnu Mas’ud berikut,

“Demi Allah, Dzat yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Tidak ada pemberian untuk hamba beriman yang lebih baik dari pada husnu-zhan kepada Allah. Demi Allah, jika seorang hamba berbaik sangka kepada Allah, maka pasti Allah akan memberikan sesuai persangkaannya. Karena semua kebaikan ada di tangan Allah.” (HR. Ibnu Abid Dunya)

Bagaimana agar bisa disebut husnu-zhan kepada Allah? Caranya, paksa hati Anda untuk meyakini bahwa ujian yang saat ini sedang menimpa Anda adalah penghapus dosa Anda. Jaga hati dan lisan baik-baik, jangan sampai mengucapkan sesuatu yang mengundang murka Allah. Hindari perasaan, Allah tidak adil, Allah zhalim, Allah mengurangi jatah rezekiku, dimana kemurahan Allah,… dst. Hindari.., jangan sampai kita benci ketetapan Allah. Hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Besarnya balasan itu sebanding dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai seseorang maka Dia akan memberikan ujian kepadanya. Siapa yang ridha, dia akan mendapatkan ridha Allah dan siapa yang benci, dia akan mendapatkan kebencian Allah.” (HR. Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Al-Mubarokfuri menjelaskan, “Siapa yang membenci ujian yang datang dari Allah, tidak rela terhadap ketetapan dari-Nya maka dia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah dan siksa yang menyakitkan. Sebagai balasan terhadap sikap dia menentang takdir.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7:65)

Termasuk bagian dari sikap husnu-zhan kepada Allah adalah memperbanyak berdoa dan berharap, agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Dia tidak bosan-bosan untuk bersimpuh di hadapan Rabnya, meminta dan memohon agar Allah memberikan jalan keluar terbaik baginya. Inilah sikap yang dicontohkan para nabi, ketika mendapatkan ujian dari Allah, disamping berusaha untuk sabar dalam menerima ujian ini. Perhatikan Nabi Ayyub, di saat tumpukan musibah dunia yang menimpanya, beliau mengadu kepada Allah:

“Sesungguhnya aku sedang tertimpa musibah, dan Engkau Dzat yang sangat belas kasihan.” (QS. Al-Anbiya: 83)

Apa doa yang harus kita baca?
Kita bisa membaca semua doa yang isinya kebaikan. Setelah kita memohon ampunan kepada Allah, berdoalah memohon kebaikan untuk dunia dan akhirat. Kita bisa berdoa dengan bahasa Indonesia atau bahasa apa pun yang bisa Anda pahami.

Adab penting!
Hindari, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu Anda atau teman Anda.

Abul Aina’ menceritakan,
“Suatu ketika ada seseorang yang bertamu di rumah temannya. Ketika itu sedang musim paceklik. Si tuan rumah sering sekali menyebut-nyebut kenaikan harga. Mendengar hal ini, si tamu lantas mengangkat tangannya dan mengatakan, ‘Bukan termasuk sikap terhormat, menyebut-nyebut kenaikan harga di depan tamu, ketika sedang menghidangkan makanan!’ Tuan rumah kemudian minta maaf, dan memohon kepada tamu agar memakan hidangannya. Namun si tamu tidak menyentuhnya sama sekali, kemudian dia pergi keesokan harinya.” (Adab Muwakalah, Hal. 7)

Allahu a’lam

Sumber:
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

+ Create Comment + 66 Responses so far.

23 Juni 2013 21.43

sipp. Nanti kalo jadi bikin postingan bertema -hampir- serupa, aku sertakan link ke sini deh. Biar gak usah nulis panjang-panjang. hihi.

23 Juni 2013 21.50

@enhas notesilahkan.., emank agak panjang, dr sumber aslix sebenarx artikel ini dibagi dua bagian, bagian 1 dan dua juga disertakan Arab Al quran dan Arab Hadits, sengaja tdk sy sertakan cz takut terlalu panjang....

24 Juni 2013 00.21

mlm sob seperti biasa kalu aq s kalu ada uang beli kalu gk ada uang y trpksa gk jadi balapan heheheh. trmksih mas dah berbagi

24 Juni 2013 01.57

Semoga semua ini ada hikmahnya mas .. :D

24 Juni 2013 05.15

saya setuju dengan kalimat ini "sesungguhnya kenaikan harga tidak mempengaruhi rezeki seseorang"
mudah-mudahan dengan naiknya harga, kita semakin giat bekerja untuk menjemput rezeki yang telah allah janjikan...

24 Juni 2013 06.10

Bener juga mas..ngapain demo2 segala.malah menambah masalah... Jadi naiknya bbm gk usah bingung,toh sudah ada yang rizki kita

24 Juni 2013 08.16

jadi intinya mas , naik harga juga itu di karenakan oleh rakyatnya sendiri, makanya harus banyak minta ampun atas segala dosa yaa,,

oh ya di hari nisfu sa'ban ini juga saya minta maaf lahir batin ya

24 Juni 2013 08.32

@Rizal icaldrpd pusing mikirin yg gk pasti dan brprasangka buruk mending mikirkan solusi tntng menghadapi kenaika BBM.., itu yg harus kita pikirkan skrg *smile

24 Juni 2013 08.33

@Mas Nazarpasti ada hikmanya *smile

24 Juni 2013 08.35

@Muhammad Cassanova Jr.komentar yg bijak gan! hrs dicontoh ni *smile

emank hrs gitu gan.., drpd brprasangka buruk kpd pemerintah mending skrg kita cr solusi tuk menghadapi naikx BBM *smile

24 Juni 2013 08.36

@Wahyu basofiiyupsz mantap komennya...! makasih *smile

24 Juni 2013 08.38

@vina devinasemuax hrs intropeksi diri, masyrakat dan pemerintah...

gk usah minta maaf klo gk ada salah dik!,

minta maaf bs kapan sj gk mesti hrs nunggu syaban..,

begitu dirasa ada salah maka langsunglah minta maaf jgn ditunda, bukankah lbh cepat lbh baik *yusuf kalla made on

24 Juni 2013 09.52

saya minta maaf lahir batin sebelumnya, oya itu dampak kenaikan BBM memang sangat merugikan banyak orang, harusnya pemerintah lebih peka. apalagi sebentar lagi mau bulan puasa.

24 Juni 2013 11.53

Setuju sekali mas, pokonya seberapapun harga BBM mau naik yang penting kita masih mampu untuk membelinya, thank mas artikelnya sangat bagus.

24 Juni 2013 13.42

saya baru ngeh soal menyebut kenaikan harga di depan tamu. ternyata begitu ya

24 Juni 2013 13.54

@Brebes VS Lamongansama2... *smile

kasihan yg lain, mereka pd gk bs beli tp sobat beli tuk pake balapan heheh...

24 Juni 2013 13.57

@manfaatgk ada salah gk usah minta maaf..! *smile

pemerintah sdh berusaha tuk melakukan yg trbaik, mgkn ini jalan yg trpaksa hrs ditempuh pemerintah gan.., jd segala sisi sdh dipikirkan olh pmerintah. drpd sibuk mencari kambing hitam baikx mari sibuk berbenah diri.., *smile

24 Juni 2013 14.00

@M. Alex Joenaedisama2 mas cakep! *smile

ada yg mampu n ada pula gk mampu, yg mampu klo ada kelebihan mari sisihkan tuk yg tdk mampu, yg tdk mampu jgn mau berharap trus mari brusaha tuk menjd mampu... *smile

24 Juni 2013 14.00

@zachflazzsy jg baru ngeh Pak bbrp hari yg lalu... *smile

24 Juni 2013 15.41

Di saya udah sangat berdampak, awalnya pagi ini... karena ternyata ongkos angkutan umum naik seribu rupiah., untungnya tukang ojek gak ikutan minta tambah (tapi gak tau besok2). Walaupun sedikit keki tapi mau dikata apa lagi :/

24 Juni 2013 15.58

@zachflazzsiip, makasih atas ilmu yang bermanfaatnya

24 Juni 2013 19.51

@Mas Nazarsetuju mas Nazar

24 Juni 2013 19.55

mendingan ambil hikmahnya saja yah bro,yang penting kita yakin bahwa Alloh itu maha adil,walaupun BBM naik,dan pastinya harga lainya juga naik,terutama senbako,tapi Alloh yang memberikan rizki kepada kita semua,sesuai kehendakNya

24 Juni 2013 21.12

Terima kasih sobat atas pencerahannya. Sangat bermanfaat dan membesarkan hati kita dalam menghadapi segala hal termasuk kenaikkan harga BBM kali ini. Salam..

24 Juni 2013 21.47

betul mas, seharusnya kita seorang muslim harus melihat masalah dari 2 sisi, memang benar kenaikan bbm akan merugikan rakyat kecil tapi juga akan menimbulkan kerugian pada negara jika bbm tidak dinaikkan karna anggaran pun akan membengkak, bagus tuh mas quote nya :D “kenaikan harga bbm tdak akan mempengaruhi rezeki seseorang ”

24 Juni 2013 23.48

wuah, dari beberapa postingan hari ni, cuma yg ni yg bisa dikomen yah... ^_^

yah... bagaimanapun... benar, Allah yg mengatur segala rizqi makhluk-makhluk-Nya, toh walaupun harga BBM dan bahan2 pokok naik, rizqi dari Allah terus mengalir sebagaimana yg dibutuhkan oleh hamba-Nya...
gak bakal deh tiba2 jatuh miskin karena BBM naik....

25 Juni 2013 08.30

@zachflazzsy juga baruu tauu

25 Juni 2013 09.29

Jadi adem baca postingan ini, jadi optimis menghadapi kenaikan harga BBM yang tentu saja akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok. Makasih mas ..

25 Juni 2013 10.06

amin

25 Juni 2013 10.06

balapan pake onthel aja mas

25 Juni 2013 10.09

makasih kak dah berbagi,,,,

smoga rizki kita semua lancar,,
allah memberikan rizki bagi orang yg mau berusaha

25 Juni 2013 12.34

rezeki Allah yang mengatur dan Allah menanggung semua insan bernyawa dengan rezekinya. cuman manusia sering khawatir tikda kebagian rezeki atau memang merasa kurang dari apa yang di miliki

25 Juni 2013 16.26

hadeh, semoga ini benar2 ujian dari allah dan semoga indonesia bisa melewatinya dan menjadi negara maju

komen balik ya juragan, makasih :D

25 Juni 2013 18.38

@Dede Theaiya pak benar banget! *smile

25 Juni 2013 18.39

@Boku no Blogsama2 Pak *smile

25 Juni 2013 18.40

@Wahyu Dwiiya mas.., makasih *smile

25 Juni 2013 18.57

@JeQitu sdh menjd kebiasaan sy dr dlu, dgn maksud agar teman2 fokus dan komenx pd artikel paling atas *smile

iya benar banget, sebenarx msyarakat Indonesia sdh terbiasa dgn naikx BBM tp entah napa kayak baru kejadian aja... *smile

25 Juni 2013 18.59

@Mohammad Isnaenisama2 pak... *smile

25 Juni 2013 18.59

@MaYa KayLaAamiin...

25 Juni 2013 19.28

jazakallah, tetap husnuzan adalah jalan selamat ya sob....

25 Juni 2013 19.43

mantep sob patut ditiru nie artikel hahaha Sipp!! makin sukses blog ini !!

Come back

25 Juni 2013 23.16

wah., ternyata saya sudah salah menyikapi kenaikan BBM.,

makasih ya sobat udah mngingatkan saya.,

*smile :P

26 Juni 2013 01.25

saya rasa udah saatnya BBM naik kalau g naik ntar susah sendiri bangsa kita karena minyak dunia terus naik,

26 Juni 2013 05.30

oh iya mas, bagaimana tanggapan mas mengenai seorang pedagang yang menimbun BBM dikala murah dan menjualnya dikala mahal?

26 Juni 2013 07.38

wah bagus banget gan artikelnya..
setuju deh :)

26 Juni 2013 08.35

coba ja kalo pikiran mereka begitu.. istighfar.. pasti indonesia bakal damai :) .

26 Juni 2013 12.14

Blowalking..Sekedar Blogwalking untuk lebih akram sesama blogger :)

26 Juni 2013 13.10

rejeki sdh ada yang ngatur jd optimis aja tuk jalani hidup ini, yang penting kita berusaha.

semenjak bbm naik, ada banyak hikmah, orang2 jadi lebih ngirit

27 Juni 2013 01.20

wah benar ya mas...ibaratnya kalaupun BBM naek sampai 5000 perliter, itu gak berarti kalau Allah kasih kita kelebihan rizki misal sampai 20000 perhari dari total yang biasanya kita dapet. Jadi g usah juga terlalu gimana gitu, berdoa saja supaya Allah memberi kemudahan...dan terus berikhtiar

27 Juni 2013 03.56

setuju sama koment diatas saya,, ambil hikmah nya saja..!! dengan bbm naik, kita jadi lebih irit..!!

27 Juni 2013 09.52

iya bner gan harusnya kita sikapnya gitu ya.. jangan mpk negativ thingking aja nih gara2 BBM naik

27 Juni 2013 09.53

memang kebanyakan gara2 BBM naik orang2 pada protes padahal beli rokok mahal aja mereka mampu .. hihihi :D

27 Juni 2013 10.01

ane sependapat ama agan.. emang bner kyak gitu.. kita tuh harus legowo kalo udah ada keputusan dari diatas

27 Juni 2013 10.02

bener-bener adem sob,memang seharusnya begini cara menyikapi seorang muslim yang baik sob...bukan malah menambah masalah...selama kita berpeganng teguh dengan ALLAH ..pasti semua persoalan hidup mudah di atasi...makasih sob untuk pencerahannya...

27 Juni 2013 13.17

benar juga ya, ikhlaskan saja, malhan seperitnya akan ada hikmah besar nantinya, dari pada mikirin harga bbm naik, mending usaha aja agar iman ikut naik, bias rezeki juga lancar.

27 Juni 2013 20.47

wah ini benar^ pengetahuan yg sangat bermanfaat sobat
terima kasih banyak atas ilmunya yg berguna
salam...)

27 Juni 2013 22.16

Mencoba untuk ikhlas, untungnya di kota ku angkot hanya naik 500 rupiah saja tarifnya, kalau lebih dari itu mungkin akan memberatkan juga ya apalagi harus PP dari rumah ke kampus yang jaraknya tidak dekat *elus-elus kantong*

28 Juni 2013 20.18

naiknya harga BBM seharusnya lebih memotivasi kita untuk mencari rejeki sebanyak-banyaknya di bumi ALLAH yang maha luas ini....salam :-)

29 Juni 2013 07.52

@BlogsOf Hariyanto betul sekali itu kang... setuju...

30 Juni 2013 21.57

sebenarnya BBM naik gak ada persoalan, permasalahannya akibat naiknya BBM ini yg lain ikut^an naik, ini yg jadi masalah, ......)

1 Juli 2013 12.16

Tapi kalo harga BBM naik, gaji jg ikut naik, ya gak masalah...

3 Juli 2013 09.20

ane sih ngikut pemerintah aja gan, toh itu juga buat kemajuan bangsa dan rakyat juga :D

3 Juli 2013 11.03

@Gen - Qitulah imbasx klo naik BBM, gk perlu kaget cz bukan hal baru, shrs kejadian ini jd cemeti tuk lbh giat lg nyari duit *smile

3 Juli 2013 14.02

Kren idenya kang ... sepertinya buat saya seperti jaman moneter lagi . sawin turun , karet turun bahan pokok naik ... tp moga ada jalan lain tuk menghadapi pinasial yang lagi tergoncang ini

3 Juli 2013 23.45

@Miz Tia wkwkkwk :D ane juga sudah salah dalam bersikaf mbak.,

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup