Home » » Qona'ah Di Tengah Badai Aplikasi Online

Qona'ah Di Tengah Badai Aplikasi Online

Kemajuan teknologi diberbagai bidang berkembang dengan sangat cepat.

Beragam aplikasi dibuat untuk melayani hajat hidup manusia, mulai dari belanja hingga sarana transportasi, semua ada aplikasinya.

Di kota-kota besar yang membutuhkan transportasi cepat dan nyaman mendorong penyedia jasa angkutan umum untuk melakukan berbagai terobosan, semua demi menjaga eksistensi ditengah persaingan bisnis. Maka bermunculanlah aplikasi angkutan umum online (AUO).

Tentunya bukan tanpa penolakan, AUO dinilai memberi pengaruh negatif terhadap iklim dunia usaha transportasi.

Pemerintah sebagai pemegang kebijakan diminta agar segera mengeluarkan regulasi yang dapat mengatur AUO demi kemaslahatan bersama.

Merasa bahwa respon pemerintah lambat, bahasa demo yang seolah menjadi budaya negeri ini pun dilakukan. Dan terjadilah apa yang terjadi, orang yang tak bersalah pun turut menjadi korban.

Apakah untuk mendapatkan hak harus dengan mengorbankan hak orang lain..?

Apakah untuk mencapai solusi harus dengan menciptakan kekacauan..?

Apakah tak ada bahasa lain selain demo..?

Qaddarallah wa maa syaa'a fa'al..
Ala kulli haal...

Saya bukan pengamat transportasi, karena itu tak layak bagi saya mengomentari hal ini.

Namun sebagai muslim yang meyakini bahwa rezeki telah diatur oleh Sang Pencipta, maka saya ingin mengajak kita semua dan para demostran secara khusus untuk merenungkan kembali sabda Rasulullah shallallahu alihi wasallam berikut ini, "

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ.
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

Hadits di atas jelas memerintahkan kepada kita untuk mencari rezeki dengan cara-cara yang halal, bukan dengan menghalalkan segala cara.
Dan diantara cara yang tak halal itu adalah sikap berontak terhadap takdir. Mengira bahwa kitalah yang mengatur rezeki.

Sekali lagi, setiap jiwa tidak akan mati sampai rezekinya disempurnakan. Itu adalah jaminan Allah.
Bila keyakinan itu terhujam di dalam jiwa kita, maka ratusan aplikasi takkan mengganggu kerja kita, karena semuanya takkan mengurangi jatah rezeki yang telah tertulis disisi Allah.
Baarakallahu fiikum..
_________________
Malang 13-05-1437 H
ACT El-Gharantaly

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup