Home » » PENYAKIT TERBESAR BANGSA KITA

PENYAKIT TERBESAR BANGSA KITA

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Kita ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atau Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke. Merdeka 17 Agustus 1945.
.
PENYAKIT TERBESARNYA: "Mau hidup enak dengan cara enak alias tak mau berjuang."
.
> Selama jadi pejabat berbuat korup. Nanti kalau sudah pensiun bikin masjid/pesantren.
.
> Jadi artis/public figure, nyari duit semauanya. Nanti untuk "penebusan dosa" melakukan Umroh.
.
> Selama hidup brbuat dosa semau-maunya. Kalau sudah mati lakukan TAHLILAN (edisi lengkap) supaya mayyit diampuni.
.
> Mengaku sebagai Muslim, ingin masuk surga, tapi tak mau melepaskan diri dari paham dan ritual PAGANISME (kemusyrikan).
.
> Sadar kalau BERJILBAB itu wajib. Setelah pakai jilbab, tiba-tiba merasa BEBAS MERDEKA dalam segala ucapan, sikap, perbuatan.
.
> Bangga kepada jasa para pahlawan kemerdekaan; sampai-sampai setiap 17 Agustusan tidak ketinggalan kaum laki-laki berlomba pakai pakaian wanita dan bayi, karena saking menghargai jasa pahlawan. Tapi waktu diingatkan bahaya PENJAJAHAN MODERN, langsung kabur. "Ra ngerti aku. Wis lah, sing penting nggolek mangan ae." Nggolek mangan ndasmu iku!
.
> Kalau ada sedikit masalah dengan bangsa serumpun Malaysia, Brunei, cepat sekali naik darah. Tapi puluhan tahun dikibuli, dihinakan, diinjak-injak AS, Aussie, China, Singapore, Portugal, dll cuma diem aja.
.
> Bisa gontok-gontokan, hanya gegara beda GERAKAN SHALAT. Padahal hukumnya Sunnah. Tapi saat diajak, ayo kita kembangkan kehidupan bersendi Syariat. Langsung protes: "Haram memberontak pada penguasa!" Sing ngajak berontak itu sapa, Dul?
.
> Kalau ikut pengajian, merasa sebagai kelompok "PALING BERHAK AHLI SURGA KAVLING VIP TOP DAH TIADA DUANYA". Tapi giliran diminta menunjukkan tanggung-jawabnya kepada Ummat, kalau merasa PALING BENAR...mereka cuma MENENG AE.
.
> Mau negaranya sekuat Amerika, Eropa, Jepang, atau Korea. Tapi setiap melihat POTENSI ANGGARAN NEGARA, syahwatnya berkobar-kobar. Dikiranya, anggaran itu identik dengan sumber income.
.
> Merasa paling pinter, wawasan klas Oxford atau Harvard. Ingin kehidupan maju. Tapi kok ya toleran pada LGBT dan semisal. Mana ada kebangkitan peradaban, tanpa landasan moral?
.
> Merasa paling berhak menguasai Islam di Nusantara. Padahal tidak ada legalitas dari Allah dan RasulNya. Giliran diajak bersatu, bekerjasama sulit.
.
> Merasa susah akur dengan sesama Muslim, dan tak mau akur. Tapi ya, ke orang kafir kok "remas remasan jari" terus.
.
YA ITU INTINYA. Ingin hidup enak, tanpa pengorbanan. Akhirnya, hidupnya susah sendiri.
.
Hidup harus memilih. Tak bisa mengambil semua yang dipandang enak. Tapi ambillah risiko positif, untuk hidup enak di masa depan.
.
Ini yang disebut, hidup menuruti hawa nafsu. Hawa nafsu sebagai "sesembahan". Na'udzubillah wa na'udzubillah min dzalik, wa nas'alullah al 'afiyah.

Sumber: Sam Waskito

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup