Home » » Meyakini Terkabulnya Doa

Meyakini Terkabulnya Doa

Hatimu adalah wadah. Wadah harapan kamu. Wadah keikhlasan kamu. Wadah apapun yang adalah cerminan kamu. Mata adalah jendela. Jendela harapan kamu. Jendela keikhlasan kamu. Jendela apapun terjemahan isi hati kamu. Lidah adalah penerjemah. Penerjemah harapan kamu. Penerjemah keikhlasan kamu. Penerjemah apapun isi hati kamu.

Maka gunakan hati, mata dan lidah saat kamu berdoa kepada Allah. Menuangkan harapan kamu tidak hanya sebatas untaian kata, melainkan menerbitkan rasa untuk Rabb dengan mata. Tuangkan bahkan tumpahkan saja air mata jika memang kamu jujur. Bahkan kadang, katakan apa yang kamu harapkan dengan jujur meskipun kamu sudah tidak mampu lagi berkata-kata.

Karena kadang kamu sudah terlalu banyak memakai kosakata dan kalimat menceritakan pada orang-orang, namun sedikit yang mengerti. Dan dari yang sedikit yang mengerti, belum tentu ada yang berkenan berikan solusi. Tapi pada akhirnya, kamu serahkan tangisan batin dan jeritan asamu pada Allah yang selalu punya solusi.

Allah itu Maha Hidup, dan Maha Mengurusi kamu. Dialah al-Hayy al-Qayyum. Dia ada buat kamu. Dan kamu ada untuk merendahkan diri di hadapan Dia. Dia sayang kamu selalu, meski kamu kadang lebih sayang sesiapa daripada Dia. Ingatlah Allah. Dia selalu ada buat kamu. Dia selalu tahu isi hati kamu. Dia mencari kamu di sepertiga malam terakhir di langit dunia, kemana kamu; ternyata kamu sedang tertidur.

Dialah Allah, yang selalu sayang sama kamu. Selalu mempedulikan kamu, meski seringkali kamu tidak peduli. Ketika kamu pergi pagi, Dia sudah sediakan segala nafas buat kamu. Ketika kamu letih, Dia sudah sediakan rasa kantuk buat kamu agar istirahat. Ketika kamu sedih, Dia ada. Demi Dia Yang Maha Penyayang, Dia selalu ada buat kamu. Kapanpun kamu butuh, Dia ada buat kamu. Bahkan, meskipun kamu tidak sadar momentum butuhnya kamu akan kasih-Nya, Dia memberikan kamu yang terbaik. Kamu lupa. Iya. Kamu kebanyakan lupa.

Kamu lupa atau memang tidak tahu bahwa ketika kamu masih di rahim ibu kamu, Dia sudah peduli sama kamu, sama jalan keluar kamu, sama masa depan kamu...sama segala-gala tentang kamu. Dia mempedulikan kamu. Dia tahu tentang kamu sedari titik maninya kamu sampai titik terakhir dari debu yang hinggap di kuburmu. Dia memelihara kamu sedari kamu di rahim sampai kamu jadi almarhum.

Kamu lalai...saat kamu tidur, Dia memelihara kamu. Dia menjaga kamu. Kamu tidak sadar. Dia sayang kamu.

Maka, hati kamu, mata kamu, lidah kamu, kerahkan itu ketika kamu benar-benar sedang sedih. Curahkan pada Dia. Dia akan mendengar keluh kesah kamu. Ketika kamu tak berteman lagi pada sesiapa, Dia mempunyai sifat: ash-shaahib (Yang Menemani). Ketika tak siapapun mau memahami hati kamu, Dialah as-Samii' (Yang Maha Mendengar).

Meyakini terkabulnya doa...

Hati kamu adalah wadah...dan tidak semua hati adalah sama. Terkadang kamu punya perasaan begitu kuat terhadap sesuatu atau seseorang, namun ketika itu pula tiada sesiapa yang memahami, melainkan hanya ALLAH. Hati kamu adalah wadah, dan penuhilah hati kamu dengan berharap pada ALLAH. Kamu harus yakin bahwa Dia akan menjawab. Jawaban terbaik.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ، أَيُّهَا النَّاسُ، فَاسْأَلُوهُ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ

"Jika kalian meminta pada Allah, wahai manusia, maka mintalah dan kalian dalam kondisi yakin doa akan terjawab." [H.R. Ahmad]

Kenapa?

فَإِنَّ اللهَ لَا يَسْتَجِيبُ لِعَبْدٍ دَعَاهُ عَنْ ظَهْرِ قَلْبٍ غَافِلٍ

"Sesungguhnya Allah tidak menjawab buat hamba yang berdoa dalam keadaan hatinya lalai."

Yakni: ia tidak merasa tsiqah (percaya) pada Allah; tidak yakin jawaban Allah. Dalam kitab az-Zuhd oleh Ibnul Mubarak, hadits ini masuk ke dalam bab: "Ikhlas dalam berdoa".

Karena orang yang ikhlas dalam berdoa, dia dalam kondisi percaya sama Allah dan yakin jawaban Allah.

Dan aku berharap, kamu ikhlas dalam doa-doa kamu. Hatimu yang merunduk, lidahmu yang kelu, pipimu yang bergetar-getar, matamu yang berlinang-linang, tanganmu yang terangkat mengiba, tubuhmu yang terguncang, dan doamu yang sederhana....

Namun harapanmu...

yang tidak sederhana....

Meyakini terkabulnya doa...
---

Sumber:
Hasan Al Jaizy

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup