Home » » Ketika Pemimpin Berilmu Menjadi Imam Shalat

Ketika Pemimpin Berilmu Menjadi Imam Shalat

Tidak saya ceritakan di sini perihal Sayyidina Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-. Tidak pula para khalifah dari kalangan sahabat. Tapi saya hendak ceritakan sedikit perihal seorang pemimpin yang berilmu tinggi di kalangan setelah mereka. Beliau adalah al-Imam Umar bin Abdul Aziz.

Al-Imam Malik bercerita -sebagaimana yang saya dapatkan di Tafsir al-Qurthuby jilid 22-, suatu ketika al-Imam Umar bin Abdul Aziz mengimami kaum Muslimin shalat Maghrib. Beliau pun membaca Surat al-Lail. Pemilihan surat ini tentu berdasarkan ilmu dan sunnah yang beliau kuasai. Kenapa? Karena Rasulullah pernah bersabda kepada sahabat Muadz bin Jabal: "Mengapa engkau tidak shalat (berimam) dengan membaca Surat al-A'la, (atau) Surat asy-Syams, (atau) Surat al-Lail?!"

Yang menunjukkan: jika kamu menjadi imam di kalangan awam, jangan membaca surat yang panjang. Takut menimbulkan fitnah dan melahirkan jera shalat berjama'ah.

Iya. Al-Imam Umar bin Abdul Aziz mengikuti petunjuk Rasulullah. Meski memang tidak wajib. Beliau pun memulai dengan ayat pertama tentunya.

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ


"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)."

Berlanjut beliau membaca sampai ayat 14:

فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًۭا تَلَظَّىٰ


"Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala!"

Tiba-tiba al-Imam langsung menangis sesenggukan. Sampai tidak kuat beliau menahan tangisan sendiri. Bahkan sampai beliau meninggalkan pembacaan itu dan beralih ke surat lain saja.

Teman-teman sekalian, menangisnya beliau adalah karena ilmu dan penjiwaan terhadapnya. Sekian baris thullab al-ilm mencari ilmu bahkan menghafalnya, namun hanya sampai lidah. Jiwa tak berbekas. Tangisan tak pernah. Merenung hanya kala di hadapan insan. Mungkin itu adalah kita. Namun semoga Allah perbaiki jiwa-jiwa kita yang gamang.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Simak bin Harb, ia berkata, "Aku mendengar an-Nu'man bin Basyir berkhutbah, seraya berkata, 'Aku mendengar Rasulullah -shallallahu wa sallam- berkhutbah, beliau bersabda:

أَنْذَرْتُكُم النار


"Aku memperingatkan kalian terhadap adzab api Neraka!"

An-Nu'man berkata: "Bahkan seandainya ada orang yang berada di pasar, pasti ia mendengarnya. Bahkan pakaian yang ada di pundak beliau pun terjatuh di depan kedua kakinya."

Itu saking seriusnya Nabi kita memperingatkan. Tidak main-main. Dan memang sunnah dalam khutbah Jum'at adalah memperingatkan; sebaiknya dengan suara yang menggelegar.

Sekiranya itulah salah satu cabang fikiran di benak al-Imam Umar bin Abdul Aziz, sebagaimana mungkin di benak beliau, terwiridkan hadits yang maknanya:

"Penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya di hari Kiamat nanti ialah seorang laki-laki, yang di bawah telapak kedua kakinya diletakkan dua bara api, sehingga otaknya mendidih." [H.R. Al-Bukhary]

Dan beliau adalah pemimpin. Amanat besar. Umat dan keluarga. Saya memohon kepada Allah agar menjadikan saya dan teman-teman sekalian sebagai pemimpin yang adil bagi istri-istrinya, anak-anaknya, dan juga sebagai pemimpin menengah bagi kaum Muslimin (jika bertindak sebagai dai di tengah kaum Muslimin). Aamiin.

Wallahul musta'an. Bekalilah kepemimpinanmu dengan ilmu.

Sumber:
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup