Home » » Bukan hanya di RS Siloam, Inilah Kejadian Malpraktek Yang Menghebohkan

Bukan hanya di RS Siloam, Inilah Kejadian Malpraktek Yang Menghebohkan

Rumah_Sakit_Siloam
Tidak hanya di Indonesia kasus Malpraktek atau kesalahan tindakan medis juga pernah terjadi di Mancanegara.

Kasus Malpraktek yang pertama
Seorang ibu di California Amerika Serikat, mengalami malpraktek ketika melahirkan anak keduanya, kejadian berawal ketika ada pemberitahuan dari dokter kandungan bahwa Misel bias melahirkan bayinya melalui persalinan normal.

Sang dokter tidak menjelaskan resiko yang akan sang ibu hadapi ketika menjalani proses kelahiran tersebut, padahal pada kelahiran anak pertamanya Misel Galowe melahirkan melalui operasi Caesar.

Disaat proses persalinan, Misel mengalami pecah uterus dan meminta dokter segera melakukan operasi Caesar, tidak ada tindakan yang dokter lakukan disituasi tersebut, ia malah meminta Misel untuk diam dan tetap tenang.

Tanpa bantuan oksigen selama 12 menit Misel akhirnya berhasil melahirkan putra keduanya, namun semuanya harus dibayar mahal, disamping hamper kehilangan nyawa, Misel pun menderita cidera tulang belakang parah yang membuatnya lumpuh dan sang bayi yang ia lahirkan mengalami kerusakan otak.

Akibat kerusakan otak tersebut bayi kedua Misel yang diberi nama James mengalami kelumpuhan, mulai leher hingga bagian bawah tubuhnya.

Guna pemulihan pasca persalinanMisel Galowe harus dirawat nginap selama 3 bulan dan menjalani sepuluh operasi, melalui pengacaranya, Misel melayangkan gugatan hukum atas tindakan dokter selama proses persalinan.

Pengadilan memerintahkan sang dokter membayar ganti rugi sebesar 460 ribu dollar Amerika.

Kasus Malpraktek yang kedua.
Ditahun 2014  publik Italia digegerkan oleh kasus kematian tidak wajar pasien sebuah rumah sakit di Italia Utara.

Polisi akhirnya menangkap seorang perawat wanita bernama Daniela Poggiali dengan tuduhan menyuntik mati Rosacalironi dengan menggunakan Potasium dosis tinggi.

Rosacalironi meninggal dunia pada April 2014 silam setelah dirawat dirumah sakit Maria Cicilia.

Saat diperiksa ditemukan zat kimia berbahaya dengan jumlah besar dalam darah Rosacalironi, dalam dosis tinggi potassium dapat memicu serangan jantung.

Kepolisian Italia akhirnya memperluas penyidikan terhadap 37 pasien lain yang meninggal dunia saat Daniela Poggiali bertugas, lewat serangkaian oleh perkara polisi menemukan sejumlah bukti dan saksi yang semuanya mengarah pada Daniela Poggiali.

Dihadapan menyidik Daniela Poggiali mengaku bahwa ia melakukan tindakan tersebut karena merasa kesal terhadap keluarga korban ketika ia sedang bertugas.

Tindakan ini tergolong sadis, hingga disalah satu media Internet (dailymail.co.uk) Daniela dijuliki ‘Angel of Death dari Itali’.

Sumber:
Selamat Pagi Trans7
Google.com
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup