Home » , » Petasan dan Kembang Api Dalam Tinjuan Islam

Petasan dan Kembang Api Dalam Tinjuan Islam


Petasan di Bulan Ramadhan

 Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. 

Petasan dan Kembang Api Dalam Tinjuan Islam -- Ketika kami melewati beberapa jalan Imogiri, sudah tak asing lagi berkeliarannya penjualan petasan, kembang api dan kembang api di pinggiran jalan. Bahkan ada kembang api yang panjangnya sekitar 1 m. Bagaimana tinjauan Islam terhadap petasan dan bolehkah menjualnya?


Islam Melarang Tindak Pengrusakan 
Islam sangat tidak suka dengan kekerasan dan pengrusakan, termasuk pula dalam hal menindak kejahatan. Islam sangat mencintai sikap lemah lembut kala bertindak. Tindak pengrusakan pun sangat tidak disenangi Islam. Muslim yang baik adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti yang lain.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه
Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41). Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya." (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 1/38, Asy Syamilah).

Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Janganlah membuat bahaya (terhadap orang yang tidak membuat bahaya terhadapmu). Janganlah pula membuat bahaya (dalam rangka membalas dendam)" (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Makna dalam hadits tersebut diisyaratkan oleh Ibnu Daqiq Al 'Ied berdasarkan pendapat dari sebagian ulama (Ad Durotus Salafiyah Syarhul Arba'in An Nawawiyah, 225). 

Kerusakan Petasan dan Kembang Api 
1. Petasan memberikan mudhorot pada orang lain bahkan untuk diri sendiri. Ada yang celaka bahkan mati gara-gara bermain petasan. Petasan pun menimbulkan bahaya karena suara bising yang ditimbulkan. Bahkan pengaruh explosive-nya bisa membahayakan orang lain. Dari dalil-dalil di atas yang kami sebutkan sudah menunjukkan terlarangnya petasan. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut.” (Syarh Al Bukhari, 1/38). Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau menimbulkan bahaya yang lebih dari itu?!

2. Membelanjakan uang untuk membeli petasan, mercon dan kembang api termasuk bentuk pemborosan karena termasuk menghambur-hamburkan bukan dalam jalan kebajikan.
Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
 
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros  dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan”. Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8/474-475). Coba jika serupiah disumbangkan atau dishodaqohkan untuk jalan kebaikan, apalagi di bulan suci Ramadhan yang pahala semakin berlipat? Mengapa orang tua lebih senang anaknya diberi petasan padahal bisa membahayakan diri daripada memanfaatkan uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat seperti disisihkan untuk sedekah atau beri makan berbuka? Hanya Allah yang beri taufik.

3. Asal muasal tradisi petasan dan kembang api sebenarnya bukan dari Islam tetapi dari budaya non muslim, yaitu dari negeri Cina. Tradisi petasan dan kembang api sendiri bermula di Cina pada abad ke-11,  kemudian menyebar ke Jazirah Arabia pada abad ke-13 dan selanjutnya ke daerah-daerah lain. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad 2/50 dan Abu Daud no. 4031. Shahih, kata Syaikh Al Albani). 

Jual Beli Petasan dan Kembang Api
Islam melarang jual beli yang berdampak buruk pada orang banyak. Oleh karenanya, Islam melarang menimbun barang sehingga memudhorotkan orang banyak. Begitu pula Islam melarang pedagang luar kota dicegat masuk ke dalam kota, lalu barangnya dibeli. Akhirnya harga barang tersebut bertambah mahal dan memudhorotkan orang banyak, beda halnya jika pedagang pertama menjualnya sendiri. Karena sebab menimbulkan bahaya pada orang lain bahkan pada diri sendiri, jual beli petasan dan kembang api adalah jual beli yang terlarang.
 
Islam cinta kedamaian dan benci pengrusakan.

Wallahu waliyyut taufiq. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat.

Panggang-Gunung Kidul, 13 Ramadhan 1432 H (13 Agustus 2011)

Sumber : www.rumaysho.com

Judul Asli : Kerusakan Petasan Dan Kembang Api
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Rohis Facebook

+ Create Comment + 37 Responses so far.

29 Desember 2012 20.12

bettul tu mas,,petasan cuma bikin bencana aja,,

29 Desember 2012 20.12

semoga banyak yg baca ini ya....

29 Desember 2012 20.20

udah bikin bencana buang bunag duit lagi -_-

29 Desember 2012 20.24

slamat mlm sobat. trmkasi banyk. benar jga genk smua gk ada gunannya buat pribadi aq tau buat yng suka.

29 Desember 2012 20.45

Haha, memang nggak ad gunanya ua membeli petasan, sbab mengahmburkan harta ....

lebih baik duitnya di gunakan yg lebih berguna

29 Desember 2012 20.46

setuju,, buang2 waktu, tenaga n lebih penting itu bukan ajaran islam

29 Desember 2012 22.11

yang jelas petasan itu menggangu dan mubazir ya sob, trims sharing artikelnya....

29 Desember 2012 22.17

Petasan adalah salah satu cara membakar atau menghambur hamburkan uang.

30 Desember 2012 12.49

Blogwalking mas. lama tidak mengunjungi situs ini.
tapi, kenapa makin berat ya mas? atau koneksi ana saja yang bermsalah.

coba cek ya :) #saran

30 Desember 2012 16.23

@AeroDesignkemungkinan besar jaringan disitu lg down sob!, cz disini terasa ringan.., emank blog ini ada penambahan 2 widget baru.., Widget Natal dan Tahun baru tp tetap aja msh ringan.., ke 2 widget ini hny sementara, 2 minggu ke depan Widget ini akan sy hapus...,

sy sdh cek disini dan mash tergolong blog yg ringan..

http://rohis-facebook.blogspot.com/2011/05/seberapa-berat-blog-anda.html

makasih sdh mempir.., happy blogging *smile

30 Desember 2012 19.27

petasan hanya bikin kaget orang saja

30 Desember 2012 20.24

islam sendiri tdk mengajarkan untuk menyalakan kembang api dan petasan lagian itu bisa menggangu keselamatan dan ketenangan orang lain.

30 Desember 2012 20.33

Sudah berapa banyak petasan yang membawa petaka, sudah tidak terhitung pastinya.

30 Desember 2012 20.36

saya pun heran ya mas...udah tau membahayakan. masih byk orang yg suka membelinya...mending buat beli jagung bakar kan kenyang..hehe :)

30 Desember 2012 21.29

mending buat beli beras dari pada beli petasan :)
semoga banyak yg membaca posting ini sob,salam sukses

30 Desember 2012 21.43

hehe cari aman saja, nongkrong di teras rumah :D

30 Desember 2012 22.09

Wah bener banget tuh sob ulasannya..
Bermain petasan memang tidak ada manfaatnya,hanya bikin kerugian/kebisingan aja.
Lebih fatal lagi bisa menimbulkan korban jiwa juga..
Saya sangat setuju jika penjualan petasan di larang..
Jadi lebih aman buat masyarakat & anak" kita juga tentunya..

30 Desember 2012 22.57

memang hanya kepuasan yang di dapat setelah meledakan petasan tersebut sob.?

namun banyak efek negatifnya di banding manfaatnya, menurut saya mendingan di larang saja penjual petasan, mungkin kembang api agak lebih baik dara pada petasan hehehehhehe

kalau saya dari pada beli petasan, mending beli gorengan saja sob, kenyang dech wkwkwkwkwkkwwkk

30 Desember 2012 23.03

Wah, malam tahun baru aku mau tidur aja, gak pake petasan2 segala..

30 Desember 2012 23.21

kya semacem bakar duit sama kya rokok, kesenanganya cuman semntara tapi efek samping dari petasan macem macem bahkan bisa membahayakan nyawa

31 Desember 2012 07.34

saya setuju kalo ada program peniadaan kembang api dan petasan. nggak ada gunanya babar blas, bahkan mudharatnya banyak banget. mendhing buat nyumbang bencana dan membangun bangsa kan duitnya. ampuun memang budaya ini. bikin kita eneg ngeliatnya.

31 Desember 2012 09.21

Daripada buat beli petasan mending buat beli yg bermanfaat ya...

31 Desember 2012 10.21

ikut nyimak aja sob..
postingan'a sngt mmbantu bagi yg blm tau nii sob.. thanks :)

31 Desember 2012 10.22

lebih baik tidur ya sob..
nyenyak dan tenang lg, hehe

31 Desember 2012 10.56

nice post sobat

31 Desember 2012 18.05

Ikutan Hadir ikutan meramaikan gan..Smile ^_^

31 Desember 2012 20.58

aku duduk santai melihat aja gan...

31 Desember 2012 21.50

untung ane tidur gan. ane juga ga suka rame rame kaya gitu, kaya ga ada kerjaan lain aja. hehehe

31 Desember 2012 22.50

Cara efekti utk meniadakan petasa adalah TUTUP pabriknya...

31 Desember 2012 23.00

setuju sob,, bakar petasan - bakar duit :D

1 Januari 2013 15.24

nice posting sob...

1 Januari 2013 17.27

info yang bermanfaat sekali..
:)

1 Januari 2013 23.41

maen petasan means bakar duit..

2 Januari 2013 17.43

kalo petasan, jujur sob, ane paling gak suka bgt
:)

3 Januari 2013 06.13

Wah, bener banget tuh, lebih banyak mudharat-nya dari pada manfaatnya, sama aja kayak bakar uang itu mah, hehehe

Membahayakan dan membawa petaka....

7 Januari 2013 15.43

Berkunjung kak..makasih tas infonya

Poskan Komentar

Terima Kasih banyak atas saran dan kritiknya.

Sama seperti peraturan yang dibuat oleh para blogger pada umumnya.., cuma disini saya harapkan agar para pengunjung untuk lebih fokus pada artikel kami yang bertemakan Agama (Islam), khususnya untuk saudara-saudari kami yang Muslim dan Muslimah.

0. Yang OOT silahkan masuk ke menu Buku Tamu/Blogwalking!
1. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
2. Komentar yang berbau JUDI/TOGEL, Porno tidak akan di Moderasi!
3. Harus Sopan
4. Admin tidak meladeni Debat kusir
5. Bercanda gk boleh ada unsur pornonya dan unsur Bohongnya
6. Silahkan melampirkan link Mati, gk boleh link hidup